This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Tips Koi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Koi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Agustus 2014

Pakan Untuk Anak Ikan Koi

 
CFF- Pakan Untuk Anak Ikan Koi Apabila kita mau pelihara ikan koi, pasti kita harus memperhitungkan semua sesuatunya sebelum saat ikan koi itu datang ke rumah kita. Dimulai dari kolam ikan koi, peralatan kolan serta perawatan sampai persoalan pakan ikan koi. Persoalan pakan ikan koi harus jadi perhatian serius tak hanya keadaan kolam, pasalnya pakan anak ikan koi tidak sama dgn pakan ikan koi dewasa.

Beberapa beberapa penghobies umumnya tidak ingin ribet saat pelihara ikan koi. Mereka bakal mulai pelihara ikan koi yang telah berusia di atas 1 bln atau mungkin baby koi, di mana corak, warna serta kualitas ikan koi mulai dapat dipandang. Tetapi beberapa lagi lebih suka pelihara ikan koi lewat sistem pemijahan atau mungkin pembiakan ikan koi sendiri. Memanglah, ada kenikmatan sendiri apabila ikan koi yang kita memelihara adalah hasil pembiakan kita sendiri, bahkan juga waktu ikan koi itu tak penuhi 'standar' sekalipun.

Pakan Larva Ikan Koi / Burayak Koi
Kita mulai mengulas pakan anak ikan koi ini dari larva ikan koi, ini buat anda yang lakukan pemijahan sendiri. Waktu pertama kali ikan koi menetas, diberi nama larva ikan koi. Larva ikan koi baiknya segera di pisahkan dari indukan serta ikan koi yang lain, kita tak perlu memberinya makanan sepanjang 3 hari lantaran ikan koi itu tetap mempunyai cadangan makanan yang dinamakan " egg Yolks ". Sesudah terlepas 3 hari, baru kita mesti memberinya makanan anakan ikan koi.

Bnyk literatur yang menyampaikan, bahwasanya untuk larva ikan koi umur kian lebih 3 - 7 hari atau mungkin sampai dikerjakan pendederan ketika kolam yang semakin besar dapat di beri makan emulsi kuning telur. Tetapi beberapa budidaya ikan koi malah tak menyarankannya, hal semacam ini lantaran pemberian pakan kuning telur dapat mengakibatkan kualitas air kolam alami penurunan, berbau serta dikawatirkan menyebabkan toksin untuk ikan koi sampai menyebabkan kematian. Apabila kita terus menggunakan pakan dari kuning telur, baiknya jumlah dibatasi apabila tetap ada bekas segera dibikin bersih.

Pakan paling baik untuk larva ikan yaitu organisme kecil, seperti kutu air, ganggang, serta alga. Untuk larva ikan memiliki ukuran 1 cm, baiknya kutu air itu disaring. Bila ukuran larva ikan telah agak besar, kutu air tak perlu disaring. Pakan seperti ini diberikan sampai ukuran larva seputar 1, 5 cm serta telah siap dipindahkan ke kolam pembesaran serta kita telah dapat memberinya cacing sutera. 
Makanan Buatan Untuk Pakan Anak Ikan Koi
Makanan buatan seperti pelet ikan untuk larva yang memiliki ukuran 250 mikron juga telah dapat diberikan. Pelet yang baik mempunyai kandungan dari tepung tulang ikan tepung atau mungkin anchovy dengan kata lain tepung ikan teri, karena kandungan proteinnya terbilang tinggi serta gampang diserap oleh pencernaan ikan sampai perkembangan anakan ikan koi dapat optimal.

Pakan Anak Ikan Koi
Beberapa hobyis umumnya menyebutkan baby untuk koi memiliki ukuran dibawah 15 cm. Bila ukuran badan anakan koi sudah melebihi 5 cm, kita telah bisa memberinya pelet ikan memiliki ukuran 1-2 mm. Ketika saat anak koi dapat di beri dgn pelet berprotein tinggi. Pakan berprotein tinggi diakui dapat meningkatkan perkembangan badan agar cepat besar. Saat saat perkembangan, protein memegang fungsi untuk material yang perlu “dibakar” jadi tulang serta daging.
Untuk anak ikan koi, bnyk ada bermacam type makanan buatan/pelet. Ada yang spesial untuk meningkatkan perkembangan saja, tetapi bnyk juga yang dipadukan dgn pakan pencerah warna. Yang harus jadi bahan pertimbangan pilih pelet ikan koi yaitu kandungan berisi, umpamanya saja probiotik. Probiotik sangatlah utama untuk melindungi keadaan ikan terus sempurna dengan kata lain tidak gampang sakit. Bagitu juga dgn kandungan spirulina saat pelet, diakui akan bikin sisik tampak lebih shiny. Diluar itu kandungan wheatgerm dapat bikin badan jadi lebih putih.

Keperluan Pakan Koi Ikan koi memerlukan konsumsi makanan sejumlah 2-3 Persen dari bobot badannya saat sehari. Kita dapat menganbil sample 1 ekor ikan koi untuk di timbang/ disangka-kira beratnya, kemudian kalikan dgn jumlah ikan koi saat kolam, serta kalikan lagi dgn 2%/3%.
 
Tentukan Pelet Ikan Terbenam Perlahan-lahan Cermati juga jenis pelet untuk ikan koi. Sekarang ini type pelet buatan pabrik terdiri saat 2 kelompok, yaitu jenis sinking (terbenam) serta floating (mengambang). Baiknya kita tentukan pelet mengambang lantas bisa terbenam dengan cara perlahan-lahan. Karena ada anakan ikan koi yang doyang melahap pelet di permukaan, sisi tengah, bahkan juga basic kolam. Dgn demikian, anakan koi dapat mengonsumsinya saat pelbagai level ke dalaman air.

Frekwensi Pemberian Pakan Anak Ikan Koi
Agar pakan dapat digunakan dengan cara optimal, pakan itu dapat diberikan waktu pagi hari sejumlah sepertiga sisi, siang sepertiga sisi, dan sore sepertiga sisi. Dgn frekwensi seperti ini, saluran pencernaan ikan tak kaget serta rusaknya usus dapat juga dijauhi.

Bedakan Ukuran Pakan Anak Ikan Koi
Apabila ada ukuran ikan Koi yang tidak sama saat satu kolam, maka kita mesti mempersiapkan ukuran pelet yang tidak sama. Bila kita memaksakan untuk berikan pelet ukuran besar, ikan kecil tetap dapat memakannya, tetapi mereka harus menanti sampai pelet itu lembek terserang air. Alhasil jatah makannya jadi jauh menyusut lantaran keburu ludes dilahap ikan gede. Tidak sama kondisinya apabila ada ukuran pelet yang lebih kecil.

Jagalah Kwalitas Pelet Cermati langkah kita menaruh pelet itu, kekeliruan yang kerapkali dikerjakan yaitu menyimpannya di tempat lembab. Walau dibungkus oleh susunan kedap air serta hawa, namun bila kemasannya telah kita buka maka kemungkinan munculnya jamur kerap berlangsung. Pelet paling baik berkwalitas jempolan dapat juga alami penurunan mutu bila kita salah menyimpannya.

Manfaat hindari peristiwa itu, baiknya demikian paket kita buka selekasnya kita pindahkan semua isi pelet ke saat tempat spesial yang bisa di buka tutup seperti toples plastik yang kedap hawa. Taruhlah ditempat yang gampang terjangkau serta kering. Jauhi juga menaruh pakan ditempat yang berdekatan dgn product beracun serta berbau tajam seperti cat, minyak tanah, ciaran pembersih lantai, obat penghilang serangga.

Selasa, 10 Juni 2014

Penyuntikan Ikan Koi

Adakalahnya saat kita melihat ikan koi kesayangan kita sakit terbesit di pikiran kita apakah koi yang sakit ini bisa memperoleh terapi melalui penyuntikan sepertihalnya manusia ????, apakah pengobatan ikan koi hanya bisa dilalukan melalui perendaman atau melalui pengobatan dari luar ???

Sebenarnya penyuntikan pada ikan ada berbagai cara. Berikut merupakan cara atau metode dalam penyuntikan pada ikan :
 
Penyuntikan secara IM (Intra Muscular)
Penyuntikan dengan cara ini lebih dikenal dengan penyuntikan pada punggung karena memang cara melakukannya yaitu menyuntik pada tubuh ikan tepat pada bawah sirip punggungnya. Cara penyuntikan ini lebih sering digunakan oleh para petani terlebih kepada orang yang baru belajar menyuntik ikan.
Penyuntikan secara IP (Intraperitoneal)
Penyuntikan dengan cara ini dilakukan dengan menyuntik ikan pada bagian rongga perut. Sasaran utama dari penyuntikan dengan metode ini yaitu gonad ikan. Namun penyuntikan ini memiliki kelemahan yakni jika dilakukan oleh orang yang masih awam dikhawatirkan akan mengenai organ dalam pada tubuh ikan seperti usus, sehingga akan menyebabkan ikan stress bahkan mati.

Lokasi yang paling umum dan metode yang paling efektif dalam menyuntik Ikan Koi. Lokasi yang dipilih untuk metode IP adalah rongga perut antara sirip ekor dan lubang dubur dengan sudut 45 derajat .
 
Penyuntikan secara Intracranial
Penyuntikan ini dilakukan pada rongga otak. Karenanya perlu dilakukan dengan cara yang sangat hati-hati. Bila tidak maka ikan akan mati

Penyuntikan IV (Intra Vena)
Cara yang satu ini lebih jarang dilakukan karena ikan disuntik pada bagian pangkal ekor. Umumnya metode ini dilakukan untuk mengambil sampel darah ikan.

Penyuntikan pada ikan umumnya dilakukan karena beberapa hal, seperti untuk mempengaruhi kerja hormonal tubuh ikan agar lebih cepat matang gonad atau ovulasi, penyuntikan untuk pencegahan maupun pengobatan suatu penyakit, atau pun tujuan-tujuan lainnya. Yang perlu diperhatikan dalam penyuntikan adalah ukuran ikan yang akan disuntik, jenis ikan (hias/konsumsi), ukuran alat suntik (syringe), dan jumlah cairan yang akan disuntikkan.

Tahapan terakhir setelah penyuntikan yaitu cara penanganan ikan pasca penyuntikan. Ikan yang disuntik tentunya akan mengalami stress akibat perlakuan suntik yang diberikan padanya karenanya perlakuan penanganan sesudahnya perlu dipersiapkan dan dilakukan dengan hati-hati agar ikan cepat kembali normal.

Kamis, 29 Mei 2014

Penilaian Koi Terbaru Di Jepang

Penilaian kontes koi di Jepang memasuki babak baru. Pattern atau corak tubuh bukan menjadi penentu utama kemenangan. Ukuran tubuh besar dan proporsional menjadi acuan utama penjurian.

Di Jepang, koi bertubuh besar dan panjang sangat disukai. Semakin besar ukuran koi, kemewahan yang melekat pada kerabat ikan mas semakin kuat. Untuk memperoleh koi jumbo sangat sulit. Banyak faktor terlibat seperti garis keturunan, struktur tubuh, dan teknik pemeliharaan. Sebab rumit, pantas ukuran tubuh memiliki porsi penilaian terbesar pada kontes di Jepang.

“Tubuh dan pattern sama pentingnya, tapi tubuh memiliki nilai terbesar,” ujar Kentaro Sakai, salah satu pemilik Sakai Fish Farm di Hiroshima. Sakai adalah farm penghasil koi-koi juara di Jepang. Setiap tahun dari 30-40 pasang induk berkualitas diproduksi 15-juta benih. Dari jumlah itu 200.000 ekor dipilih untuk dipelihara sampai tosai atau berumur 2 tahun. Selanjutnya tosai diseleksi hingga tersisa 5.000 ekor untuk dipelihara sampai umur 4 tahun. Seleksi terakhir hingga menyisakan 400 ekor. Koi-koi itu akan dipelihara sampai sansai atau jumbo, di atas 5 tahun.
  1. Pada kontes koi di Jepang, ukuran tubuh dan pattern memiliki arti penting dalam penilaian. Umumnya jika di kontes ada 2 koi, koi pertama misalnya memiliki pattern 3 step tapi berukuran tubuh lebih kecil. Koi lain memiliki pattern 2 step tapi berukuran tubuh lebih besar. Juri akan memilih koi bertubuh lebih besar meski jumlah step pattern kalah.
  2. Di Jepang terdapat 2 kelompok juri, yakni shinkokai dan airinkai. Shinkokai (juri dari penangkar dan dealer) lebih memilih koi yang mempunyai masa depan untuk juara. Mereka memilih ikan muda bertubuh besar dengan warna belum seluruhnya keluar seperti tampak jingga. Tapi secara keseluruhan koi itu harus bagus. Itu berbeda dengan airinkai (juri dari pehobi) yang cenderung melihat finishing koi seperti warna yang merah terang dan shinning atau bersinar. Jadi, meski ukuran tubuh tidak terlalu besar, asalkan penampilannya bagus ia bisa saja menang. Di Jepang banyak kontes memakai juri shinkokai.
  3. Koi yang bagus bertubuh bulat seperti kapal. Untuk kohaku, kualitas warna merah sangat penting. Demikian pula kualitas tubuh seperti warna dan sisik secara keseluruhan. Koi yang cepat finish pada ukuran kecil tidak bagus untuk masa depan.
  4. Memiliki koi tergantung dari target. Ada koi yang dipelihara untuk kontes. Namu ada juga yang dipelihara untuk sekedar hobi. Untuk kontes, saat memilih koi dari ukuran kecil sekitar 15 cm, pattern dan kiwa (batas warna) menjadi sesuatu yang penting. Bentuk dan ukuran tubuh tidak penting karena pada ukuran kecil semua koi terlihat sama.
  5. Ikan berukuran kecil belum bisa dilihat masa depannya. Bagus tidaknya kualitas koi baru terlihat setelah mencapai umur 4 tahun. Saat itu kualitas warna dan tubuh sudah sangat terlihat. Bisa saja kurang dari umur itu ikan sudah bagus. Tapi biasanya ia tidak memiliki masa depan karena setelah melewati umur 4 tahun bisa menjadi jelek.
  6. Dalam penangkaran, koi jantan penting. Koi jantan dapat membuat perubahan nyata pada keturunan berikutnya.

Minggu, 25 Mei 2014

Penanganan Saat Hujan Abu

Ingat Pada saat Gunung Kelud Meletus, walaupun tempat saya tinggal jauh dari gunung kelud tetapi tempat saya tinggal juga terkena dampak letusan dari gunung kelud berupa hujan abu. berikut adalah tips atau cara yang harus kita lakukan apabila terjadi hujan abu buat para pecinta ikan koi yang mempunya kolan outdor
  1. Areal kolam tutup dgn terpal atau media lain , intinya adalah semua permukaan yg ada kemungkinan masuk debu harap di tutup.
  2. Di kolam harap masukkan air baru , utk ngatasi kemungkinan debu yg masuk ke kolam dan tergenang di permukaan, sehingga saat air baru masuk akan mengusir debu tak di undang tersebut.
  3. Hindari pemberian pakan berlebih.
  4. Siapkan plastik plastik ikan koi beserta karet serta oksigen nya serta air di karantina.
  5. Jangan lupa siapkan genset utk power cadangan.
  6. Berdoa semoga musibah ini cepat berlalu.
  7. Latih diri cara nangkap ikan lalu masukkan ikan ke plastik serta ngisi oksigen ke dalam plastik serta mengikat dgn karet plastik tersebut sehingga jika keadaan darurat ikan ikan tersebut dpt masuk plastik dan di kerjakan tampa menunggu orang lain.
  8. Perbandingan ikan di dalam plastk, harap masukkan oksigen sebanyak mungkin lalu perhatikan ikan di dalam plastik harus terendam air sampai batas sirip atas.
Semoga tips ini dapat bermanfaat bagi para pecinta ikan koi

Sabtu, 07 Desember 2013

Menghitung Kapasitas Koi Di Kolam

Menghitung Jumlah Ikan Di Kolam, kedalaman kolam dan pompa

jumlah ikan

Jumlah Ikan = (P X L ) / X / 150

keterangan :
P = Panjang Kolam (cm)
L = Lebar Kolam (cm )
X = Ukuran ikan (cm)
150 = mungkin ( angka terbesar untuk ukuran ikan koi )

contoh :

Ukuran ikan Yang akan kita masukkan misalnya 10 cm
= 200 x 100 : 10 : 150
= 13 ekor

maka, jumlah ideal ikan yang ada di kolam adalah 13 ekor ikan ukuran 10 cm

Tabel tambahan :



Jika ikan sudah bertambah besar maka ikan harus kita kurangi atau dipindah ke tempat yang lebih luas. Akan tetapi jumlah ini bisa fleksibel tergantung juga dengan sistem filtrasinya. Semakin padat ikan dalam kolam sistem filtrasinya harus semakin baik.

Kedalaman Kolam

Kedalaman kolam yang ideal harus mampu menjaga ikan dari perubahan suhu air antara siang dan malam, jika kolam dangkal maka perubahan suhu siang dan malam akan sangat mencolok. Selain itu kolam dangkal akan membuat gerak ikan tidak leluasa. Idealnya paling tidak adalah 2 sampai 3 kali panjang badan. Misal Ikan dengan panjang 10 cm maka kedalaman kolam paling tidak 20-30 cm. Kolam yang terlalu dalam juga tidak baik, untuk ikan berukuran kecil kolam yang terlalu dalam bisa membuat gelembung pada ikan pecah . Untuk target pertumbuhan koi jumbo, kedalaman kolam bisa sampai 2 meter.

Pompa

Pompa yang baik harus mampu mengalirkan air melalui Filter minimal sama dengan Volume Kolam. Misal untuk Kolam dengan ukuran 1 x 2 x 0.6, maka pompanya :

(1 x 2 x 0.6) 1 = 1.2 m3 = 1200 liter

NB :

1.dalam beberapa kasus, banyak hobiis menggunakan pompa sebesar 1 - 4 kali volume kolam, hal ini supaya proses perputaran air cepat kembali ke filter (khusus mereka yang luas filternya tidak memadai)

2. cara lainnya adalah memperbesar ruang filter, sehingga flow air ke kotak chamber lambat, dan proses filterasi oleh bakteri maksimal

MENILAI BENTUK IDEAL KOI

Pada akhirnya, kriteria utama penilaian untuk semua jenis Koi adalah pada bentuk badannya (Body Shape).





sumber : depokkoi

Kamis, 05 Desember 2013

Menghitung Berat Koi

Seringkali kita perlu untuk mengetahui berat koi di kolam kita. Untuk memperkirakan kebutuhan pakan, misalnya, diketahui dengan pendekatan 2-3% dari berat ikan. Atau pendekatan untuk kebutuhan filter dan estimasi populasi ideal dalam kolam, seringkali perlu mengetahui berat ikan di kolam.

Untuk mengetahui berat ikan tentu aga sulit kalo kita menimbang ikan tersebut. Untuk itu ada pendekatan berat ikan berdasarkan panjang ikan. Metode ini lebih umum dipakai karena mengukur panjang ikan tidaklah terlalu sulit, bahkan kadang dengan mata telanjang pun seorang yg sudah pengalaman bisa mengestimasi ukuran panjang ikan. Meskipun tidak akurat namun pendekatan ini jauh lebih mudah dilakukan dan masih valid karena kita tidak memerlukan ukuran berat yang tepat, berat ikan yang kita dapat hanya akan digunakan untuk estimasi saja.

Hubungan panjang ikan dan berat badan bisa diestimasi dengan grafik berikut:

sumber : filterkolamkoi

Sabtu, 30 November 2013

Pola Warna Kepala Pada Kohaku

Pada ikan gosanke, termasuk kohaku pola warna merah di kepala sangat jadi perhatian. Pola warna merah diatas dasar kepala yang putih, mengesankan wajah kohaku tersebut. Pola merah yang diharapkan pada kohaku adalah pola merah yang tidak melewati mata dan tidak melebar jauh sampai ke pipi. Perbandingan warna merah pada bagian kepala idealnya 60-70%.

Berikut beberapa istilah yang digunakan untuk menjelaskan parakter pola merah pada kohaku:
Bentuk pola merah ini disebut bentuk U, karena bentuk nya yang mirip huruf U dengan tidak melewati batas mata kohaku. Bentuk ini adalah bentuk yang bisa dibilang U-Shaped-Classic karena ini adalah bentuk pola yang bisa dibilang baku untuk kohaku. Namun demikian saat ini banyak bentuk yang tidak U shape ini namun juga indah.
Maruten adalah istilah untuk pola merah berbentuk lingkaran pada kepala kohaku. Seperti tancho, namun pada ikan tancho tidak memiliki corak warna merah pada badan nya, jika kohaku tersebut memiliki corak pada badannya maka disebut maruten. Belakangan ini pola kepala maruten adalah salah satu bentuk pola kepal yang favorit karena memang menggambarkan kesan wajah yang ideal. Tentu didukung dengan pola warna badan yang serasi.
Kuchibeni berarti “lipstick” , istilah ini menjelaskan tentang warna merah di bibir kohaku. Corak merah ini mirip seperti lipstick maka itu disebut kuchibeni. Bagi beberapa pehobi kuchibeni ini tidak menjadi daya tarik mungkin beberapa malah kurang suka. Namun demikian hal ini tidak terlalu menjadi hal yang terlalu diperhatikan dalam penilaian secara umum, lebih ke masalah selera aja.
Hanatsuki berati badut, istilah ini pada pola kepala kohaku menjelaskan bentuk pola merah yang menyambung sampai mulut kohaku. Bentuk pola ini memberikan kesan wajah seperti badut makanya disebut hanatsuki.
Pola Unik

Selain istilah2 diatas ada juga istilah2 lain. Biasanya istilah tersebut menunjuk kepada suatu bentuk unik yang mirip dengan sesuatu. Seperti pada gambar di bawah ini, karena bentuknya seperti mahkota maka diistilahkan crown dan sebelah nya memiliki pola merah seperti bentuk kait kait maka diistilahkan hook. Biasanya pola2 unik ini tetap memiliki patokan tidak lewat mata, tidak menkaburi dan bozu.


Hindari Pola Kohaku Seperti Ini

Pola merah pada kepala Koi Kohaku ibarat wajah dari Koi tersebut,makanya bentuk pola kepala pada Kohaku sangat penting untuk diperhatikan. Berikut adalah dua tipe pola merah pada kepala Koi Kohaku yang umumnya tidak diharapkan, kalo anda Pemula dalam memelihara Koi, maka pola kepala seperti ini disarankan untuk dihindari.

Bozu
Adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan Kohaku yang tidak memiliki warna merah di kepala nya, pola seperti ini biasanya tidak terlalu diharapkan. Tentu ini adalah salah satu faktor pendekatan keindahan, kalo faktor lain seperti bentuk badan nya sangat bagus, tentu jadi pertimbangan.

Menkaburi
Artinya topeng, istilah ini digunakan untuk kondisi dimana kepala kohaku dipenuhi warna merah yang melewati batas mata dan penuh sampai ke bagian mulut. Untuk Koi jenis Kohaku, menkaburi ini tidak terlalu diharapkan, bahkan sangat mungkin tidak lolos di tahap sortir awal.

Jadi gimana dong pola merah di kepala kohaku yang diharapkan ? 

sumber : filterkolamkoi

Jumat, 12 Juli 2013

Membedakan Koi Jantan dan Betina

CFF - Pertanyaan yang sering muncul pada penggemar ikan koi adalah bagaimana membedakan antara koi jantan dan koi betina. Pada usia dan ukuran koi yang masih muda dan kecil memang agak sulit untuk mengidentifikasi jenis kelamin ikan koi, meski bagi orang-orang yang sudah paham betul tidaklah sulit. Namun pada usia yang sudah cukup matang dan dewasa koi jantan dan betina dapat dibedakan dari segi fisik yang nampak. Ada beberapa hal yang bisa diamati sehingga bisa dibedakan mana koi jantan dan koi betina.

Hal pertama yang bisa diamati untuk membedakan koi jantan dan koi betina adalah pada bentuk badan ikan ( body conformation). Ikan Koi Jantan dan betina memiliki perbedaan pada bentuk badannya. Koi Jantan cenderung memiliki bentuk badan yang panjang dan kurus. Sedangkan Koi Betina memiliki bentuk badan yang lebih tambun dan lebih bulat.

Bentuk badan koi betina biasanya lebih bagus dibandingkan koi jantan. Karena alasan tersebut banyak penggemar koi memilih koi betina untuk dipelihara. Dalam beberapa kontes koi betina lebih sering menjadi juara karena bentuk badannya. Namun demikian ada pula koi jantan yang memiliki bentuk badan yang bagus.

Sirip Ikan Koi
Ikan koi jantan dan betina memiliki perbedaan pada bagian siripnya. Sirip Koi Betina cenderung lebih besar tetapi memiliki warna yang lebih sedikit. Pada koi betina sirip cenderung memiliki bentuk yang bulat. Sirip ikan koi jantan memiliki sirip yang runcing pada bagian
Sirip Ikan Koi Betina, Bagian tepi Bulat


Sirip Ikan Koi Jantan, BagianTepi Runcing

Selain pada bagian-bagian tersebut kita dapat membedakan jenis kelamin ikan koi dengan meraba pada bagian pipi dan siripnya. Pada Koi Jantan pipi dan sirip terdapat bintik-bintik putih, yang bisa dirasakan jika diraba. Utamanya pada ikan koi jantan dewasa dan mature.


Jumat, 07 Juni 2013

Pilih Koi Lokal Atau Import

Keberadaan koi local di tanah air cukup mendapat tempat dikalangan hobbies koi di tanah air, cuman yang menjadi sesuatu yang cukup memprihatinkan adalah posisi tempat itu didapat karena suatu keterpaksaan belaka, kalau boleh di ibaratkan dunia tinju atau sepak bola koi lokal hanya menang WO.

Yang kalau boleh diartikan koi local hanya mendapat tempat dikarenakan factor harga bukan karena apresiasi koi itu sendiri. Kalangan hobbies koi masih banyak yang terbelenggu sebuah paradigma bahwa koi import berkualitas jauh lebih baik dari koi local.

Nach, mungkin hal tersebut yang menjadi tugas kita para hobbies muda untuk membuktikan apakah paradigma tersebut benar atau salah, mungkin dalam hal ini kita tidak harus membuktikan benar atau salah, tugas kita hanya cukup memberikan apresiasi apakah paradigma tersebut tepat atau tidak, bukan benar atau salah.


Mengapa?


Dalam menikmati koi keeping kalau boleh diibaratkan sama dengan kita menganut “ keimanan ” kita, banyak perbedaan dalam menjalankan, tapi cuman satu tujuan dan semua memiliki satu tujuan.

Banyak cara dan semuanya benar, tinggal kita yang menentukan cara mana yang dipakai dan cara mana yang kita pilih, harus sesuai dengan kondisi keadaan kita dan sanubari kita.

Apa sebenarnya yang membedakan koi import dan local, setelah penulis sendiri amati secara menyeluruh tidaklah ada yang dapat membedakan koi import dan koi local secara spesifik.

Yang dapat dibedakan hanyalah factor – factor penilaian secara umum, tidak secara spesifik.
Dan hal ini pula yang banyak dimaanfaatkan oleh beberapa pedagang yang kurang terpuji dengan menjual koi local berkualitas dengan label import untuk mengangkat harga jual.

Kalau ada yang bilang koi import mempunyai struktur badan yang baik, koi local juga ada yang mempunyai stuktur body yang baik, bahkan koi import kelas pinggiran saja mungkin bisa dilewati.

Walau memang harus diakui secara umum koi import mempunyai struktur badan yang lebih baik.
Dan harusnya kita dapat memahami apabila kita menyelami latar belakang hal tersebut.

Kalau ada yang bilang koi import pola atau pattern yang baru finish pada ukuran dan usia tertentu, koi local juga ada baru finish pada ukuran dan usia tertentu.

Masalah pola ini apa tidak lebih baik kalau pola sudah finish pada usia dini sehingga dalam koi keeping kita tidak terlanjur kecewa ?

Ada juga yang bilang koi import bisa jumbo kalau koi local tidak bisa.

Kalau kita telaah secara mendalam apa ada jaminan kalau koi import bisa jumbo?

Koi import kelas TOP breeder jepang pun, tidak berani memberikan garansi 100% bahwa koi mereka pasti bisa menjadi ukuran jumbo.

Garansi dari mereka,IKAN KOI DI JAMIN BISA JUMBO, KALAU IKAN KOI TIDAK BERKEMBANG AKAN DIGANTI DENGAN KOI YANG LAIN.

Kalau kita telaah secara implisit sebenarnya mereka tidak menggaransi koi mereka bisa jumbo 100%,

Karena memang secara tehnik tidak mungkin kita bisa memastikan seekor koi bisa jumbo apa lagi masih pada ukuran 15-20 cm, yang bisa hanya PREDIKSI DAN KEMUNGKINAN BESAR, TIDAK AKAN BISA MEMASTIKAN 100%.

Apakah kita bisa memastikan kehendak YANG MAHA KUASA ? di batasan ukuran berapa koi bisa disebut JUMBO? Apakah koi local tidak ada yang mencapai ukuran tersebut?

Mungkin hanya satu jawaban yang bisa kita dapat yakni, : BAHASA MARKETING , mungkin hal ini yang harus menjadi tauladan para breeder local kita.

Kalau kita mendalami, mengapa koi import secara umum lebih baik dari koi local ?

Untuk mempelajari hal tersebut mungkin kita harus mendalami dan memahami latar belakang dari industri koi itu sendiri dari sudut pandang industri bukan dari sudut pandang dari seorang hobby.


ANALISA PASAR


Kalau kita perbandingkan dengan industri lain, seorang produsen tas, sepatu, atau garmen yang memproduksi untuk tujuan export akan menjaga betul kualitas secara ketat dan disiplin, tapi untuk tujuan pasar local hal tersebut akan bersifat mendua dalam artian antara menjaga quality control dan pertimbangan higt cost production.

Selain hal tersebut factor harga sangat besar peranannya disini.

Secara dalil ekonomi semakin tinggi kualitas barang akan berbanding lurus dengan harga.

Sebagai contoh pemahaman mungkin kita ambil contoh kalau kita membeli sebungkus rokok

Rokok merk A dengan harga beli Rp.6.000 / bungkus. Isi 12 batang
( salah satu rokok kretek nasional dengan slogan Hijau ), kita bandingkan dengan

Rokok merk GG dengan harga beli Rp. 9.000 / bungkus. Isi 16 batang
( salah satu rokok nasional dengan merk tempat penyimpanan bahan rasa asin )

Menurut anda mana yang akan anda beli ?
Mungkin banyak jawaban, diantara nya :
  1. Jelas merk A, Rp.6.000 lebih murah dari Rp.9.000
  2. Jelas merk A, walau di hitung per batang Rp. 500, masih lebih murah dari Rp.562,5.
  3. Merk GG , kalau yg kita beli rokoknya saja, jika kita beli rokok tidak harus bayar Cukai rokoknya.
  4. Beli merk GG karna kalau merk A kan rokok kuno bukan rokok modern
  5. Beli merk GG karna kalau merk A rokok kelas bawah , jadi gengsi.
  6. Beli merk A walau kalau di hitung karena harga lebih mahal, kalau kita tidak harus bayar cukai.
  7. Karna yang kita nikmati tembakaunya bukan cukainya.
  8. merk GG, karena sesuai selera
  9. merk A, karena sesuai selera
  10. Beli merk A kalau dilihat harga tembakau nya saja lebih mahal, pasti lebih berkualitas.
  11. merk GG , karena merk lebih TOP
  12. Dan lain lain jawaban

Jawaban mana yang anda pilih ? Ya anda, benar apapun jawaban anda, karena menurut saya semua jawaban di atas semua benar, termasuk jawaban anda semua yang tidak tertulis di atas, semua benar. Tinggal kita menilai dari prespektif kita masing – masing. Dan tiap individu mempunyai sudut pandang yang berbeda.

Kalau kita kembalikan dalam memilih dalam koi keeping, mana yang akan anda pilih ?
Jawaban anda akan bisa menjawab posisi atau faham anda dalam koi keeping


NILAI INTRISIK


Nilai intrisik dalam hal ini juga harus menjadi pertimbangan dalam pemikiran kita. Yang mungkin harus menjadi pertimbangan adalah nilai keindahan koi itu sendiri terlepas dari semua factor yang terkait.

Selain hal tersebut yang mungkin menjadi pertimbangan adalah nilai maanfaat ikan koi itu sendiri apakah untuk tujuan estetika keindahan atau untuk tujuan lain, prestise misalkan. Kalau untuk tujuan prestise mungkin koi dengan embel – embel atau lebel Ogata, Momontaro, dan lain – lain akan sangat berguna.

Mungkin yang harus menjadi pertimbangan kita juga biaya distribusi koi import jauh lebih besar dari koi local, selain juga panjang – pendeknya jalur distribusi ikan koi itu sendiri.


YANG TERLUPAKAN


Mungkin yang selama ini terlupakan oleh kita adalah jumlah peredaran koi local dan koi import di tanah air, jelas koi local jauh lebih banyak dari koi import.

Dan koi local yang beredar tentunya dari berbagai kelas mulai dari show Quality sampai gread ter rendah, sehingga semakin mendukung paradigma koi local tidak berkualitas.

Selain factor di atas yang banyak terlupakan oleh kita adalah keberadaan kami breeder koi local, yang jarang mendapat perhatian dan apresiasi dari para hobbies koi.

Para breeder koi local tidaklah menjaga kualitas ikan koi, secara total dikarenakan pertimbangan dari segi bisnis. Memang kebanyakan dari peternak koi local akan meyeleksi koi sampai tingkatan tertentu.

Yang menjadi masalah adalah hasil tidak lolos seleksi tetap dijual ke pasar untuk menutupi atau menambah penghasilan, seringkali koi yg diseleksipun terlalu dipaksakan walau kualitas kurang memadai.

Dan dalam hal ini kita dipaksa untuk harus dapat memaklumi dikarenakan factor keterbatasan sarana dan sumber daya.

Ini sangat jauh berbeda dengan di jepang yang konon kabarnya koi yang tidak lolos seleksi diolah menjadi makanan ternak yang mungkin juga menjadi makanan koi.

Dan hal ini juga yang sangat memperburuk image koi local , dari para hobbis yang berpikiran sempit.


PERNAHKAN ANDA MEMBAYANGKAN ?


Yang terlintas di benak saya adalah suatu kayalan, saya membeli koi import uk 25 cm, dengan harga Rp. 2,5 juta. Pasti saya sudah merasa puas koi tersebut berenang di kolam saya dan cukup dapat membahagiakan dan membanggakan.

Namun pernah juga saya membayangkan kalau seandainya saya membeli koi local ukuran 25 cm, dengan harga Rp. 2,5 juta!!!!!!

Pastilah kolam saya akan jauh lebih indah dan jauh dapat dibangakan!

Yang tidak pernah berani saya bayangkan kalau membandingkan koi import ukuran 25 cm seharga Rp. 2.500.000, dengan koi local ukuran 25 cm seharga 250.000 rupiah !!!

Dan saya ajurkan anda jangan pernah membayangkan hal ini, hal ini akan menjadikan pikiran yang cukup dilematis, sangat sulit untuk dipecahkan.


MANA YANG ANDA PILIH


Kalau seandainya anda memilih koi import dengan klasifikasi Grand Champion atau minimal champion – champion yang lain, itu memang suatu pilihan yang bijaksana, tapi saat ini banyak juga koi impor yang memiliki kualitas lebih rendah dari koi lokal

Karna sepengetahuan saya memang koi local belum bisa menghasilkan koi sekaliber tersebut.

Apalagi kalau koi tersebut bisa di kembangkan di tanah air akan sangat membantu dunia perkoian di Indonesia tercinta ini.

Bagi kita yang hanya mampu beli koi import kelas tanggung dan pinggiran, mungkin mempertimbangkan koi local dengan anggaran cukup 50-75 % dari koi import idaman anda, mungkin akan dapat membuat anda lebih bijaksana dan minial anda akan dapat membantu para breeder local untuk terus dapat eksis dan secara perlahan meningkatkan kualitas.

Tulisan ini hanya sekedar hasil perenungan dan inspirasi kami, kami harapkan dapat bermanfaat bagi dunia perkoian tanah air.

Apabila kami ada menyinggung pihak – pihak tertentu kami mohon maaf yang sebesar – besarnya, ataupun ada kata – kata atau pemikiran kami yang menyinggung pihak – pihak lain.

Tidak ada maksud apa – apa dalam artikel kami ini, kami hanya ingin memaparkan ide dan pemikiran kami untuk memajukan dunia perkoian tanah air.

Apakah ide dan pemikiran kami akan dikenang ataupun dilupakan tidaklah penting buat kami.

Yang kami anggap penting hanyalah bagaimana keindahan koi dapat kita nikmati.

Sumber : Terminal Koi