This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label Penyakit Ikan Koi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Ikan Koi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Juli 2014

Spring Viremia of Carp

CFF - SVC adalah kepanjangan dari spring viremia of carp. Penyakit ini disebabkan oleh virus spring viremia of carp atau biasa disebut juga Rhabdovirus carpio dari jenis Vesiculovirus dan keluarga Rhabdoviridae.

Ada empat macam type genetik virus ini. Type 1a berasal dari asia. Type 1b dan 1c berasal dari Rusia, Moldova dan Ukraina. Type 1d berasal dari inggris.
Masa inkubasi antara 7 sampai 15 hari. Bersifat ganas dan setara dengan koi herpes virus. Pernah menyerang di kawasan eropa dan menjadi wabah endemi selama 50 tahun.

Gejalanya :
  • warna tubuh menjadi gelap
  • bergerak lambat atau malas
  • tubuh cenderung miring
  • kebanyakan didasar kolam
  • mata bengkak
  • perut buncit
  • warna insang jadi pucat
  • pendarahan dikulit dan insang
  • mengalami radang usus
  • lubang kotoran menonjol dan mengeluarkan darah

Kamis, 10 Juli 2014

Branchiomycosis (Busuk Insang)


Branchiomyces demigrans atau "Gill Rot (busuk insang)" disebabkan oleh jamur Branchiomyces sanguinis and Branchiomyces demigrans . Spesies jamur ini biasanya dijumpai pada ikan yang mengalami stres lingkungan, seperti pH rendah (5.8 -6.5), kandungan oksigen rendah atau pertumbuhan algae yang berlebih dalam akuarium, Branchiomyces sp.tumbuh pada temperatur 14 - 35°C , pertumbuhan optimal biasanya terjadi pada selang suhu 25 - 31°C (Kolam saya suhu 28-29"). Penyebab utama infeksi biasanya adalah spora jamur yang terbawa air dan kotoran pada dasar akuarium. (tapi kalau ini saya lakukan 1hari sekali backwash .. memang tidak sampai 30% tapi endapan sudah saya pastikan bersih di setiap chamber)

Tanda-tanda Penyakit
Branchiomyces sanguinis dan B. demigrans pada umumnya menyerang insang ikan. Ikan yang terjangkit akan menunjukkan gejala bernafas dengan tersengal-sengal dipermukaan air dan malas. Insang tampak mengeras dan berwarna pucat, khususnya pada daerah yang terjangkit. Pengamatan dibawah mikroskop akan sangat membantu mengenali serangan jamur ini. Apabila bagian jaringan yang terserang mati dan lepas, maka spora jamur akan ikut terbebas dan masuk kedalam air sehingga akan memungkinkan untuk menyerang ikan lainnya.

Pencegahan dan Perawatan
Usaha pencegahan merupakan cara yang sangat disarankan untuk mengontrol serangan jamur ini. Pengelolaan lingkungan akuarium yang baik akan menciptakan kondisi yang tidak disukai oleh jamur tersebut untuk tumbuh.
Apabila penyakit telah terlanjur berjangkit, segera lakukan isolasi. Formalin dan Copper Sulfat diketahui dapat mencegah kematian akibat infekasi Branchiomycosis. Akuarium yang terjangkit hendaknya segera dikuras, dan dikeringkan serta lakukakan tindakan sterilisasi. Apabila hal ini menyerang ikan dalam kolam, keringkan kolam dan berikan perlakuan dengan kalsium oksida.

Sumber :
Penulis IPAN Copy From Koiser.net

Selasa, 15 April 2014

Kutu Jangkar (Anchor Worm)

Kutu Jangkar/kutu jarum atau dalam bahasa inggris dikenal dengan Anchor Worm kerap membuat pusing pecinta ikan hias termasuk ikan Koi. Kutu jangkar secara termasuk dalam kategori Crustasea, yang hidup dibawah sisik ikan koi. Dalam hidupnya kutu jangkar bersifat parasit bagi ikan koi kesayangan, sehingga akan merugikan untuk kesehatan koi. Selain itu keberadaan kutu jangkar pada koi akan menimbulkan infeksi sekunder jika daya tahan koi dan kualitas air buruk. Infeksi sekunder ini terkadang bisa jauh lebih berbahaya.

Kutu jarum/jangkar (Anchor Worm) dapat diatasi dengan beberapa cara, cara paling sederhana adalah dengan mencabut satu persatu kutu dari ikan koi. Namun cara ini tentu sangat melelahkan jika jumlah kutu jangkar sudah sedemikian banyak. Selain itu pada saat kutu jangkar dicabut akan membuat ikan kesakitan dan meninggalkan bekas luka pada ikan koi, sehingga berpotensi merusak.

Cara lain adalah dengan menggunakan Dimilin. Dimilin bekerja dengan mengganggu praktek perkawinan cacing jangkar sehigga siklus hidup mereka akan terganggu. Ini juga berarti bahwa yang saat kutu jangkar menancap pada ikan koi,tetap tidak cedera, tetapi mereka akan tidak lagi mampu menghasilkan keturunan.

Pemberian larutan Kalium Permanganat (PK) pada kolam koi, juga mampu mengatasi menghilangkan kutu jarum pada ikan koi. Namun penggunaan larutan ini sekarang tidak direkomendasikan.
Abate yang biasa dipakai untuk membunuh jentik nyamuk juga bisa dipergunakan untuk membasmi kutu jarum. Dengan dosis disesuaikan dengan volume air dan beberapa kali, kutu jarum akan lenyap dari kolam koi. Selamat mencoba.


Sabtu, 12 April 2014

Koi Sleeping Disease


Penyakit ikan koi tidur merupakan respon terhadap stress pada koi. Hal ini terjadi ketika ikan koi terkena penyakit dan tidak di obati. Ciri-ciri yang paling mudah dilihat adalah ikan akan terlihat kehilangan energi dan berenang dengan perlahan.

 Biasanya mereka akan berenang di permukaan kolam dan tetap berada pada pinggiran kolam. Lalu bagaimana untuk mengobati penyakit koi tidur ini? Di bawah ini kami akan memberikan informasi bagaimana menyembuhkan mereka dan cara perawatannya.

Parasit dan Infeksi
Seperti apa yang disampaikan sebelumnya. Penyakit tidur pada ikan koi terjadi karena ikan mengalami stres yang ekstrim. Biasanya stres ini terjadi karena ikan terkena parasit dan virus yang menginfeksi populasi koi di kolam.

Langkah pertama untuk mengobati penyakit ikan Koi tidur adalah melakukan inspeksi menyeluruh pada populasi ikan koi. Cek apakah mata ikan ditutupi selaput putih, pembusukan disekitar ekor, dan jamur pada insang.

Jika koi memiliki beberapa penyakit tersebut, segera obati koi sesuai penyakitnya. Jika penyakit hanya menyerang beberapa populasi ikan, segera karantina ikan koi yang sakit. Hal ini akan mencegah penyakit menular pada ikan koi lainnya.

Kualitas Air
Kualitas air sangat penting bagi kesehatan ikan. Semua jenis ikan memiliki batas toleransi pada kualitas air dan kadar pH. Bila kualitas air sangat buruk, maka ikan akan menunjukan perilaku aneh.

Ikan koi termasuk ikan yang sangat sensitif terhadap kualitas air. Oleh sebab itu, menjaga kualitas air dan kadar pH sangat penting. Lakukan tes pH pada air dan buat penyesuaian agar kadar pH berada pada angka 7 sampai 8,5.

Air Garam
Mandi garam adalah pengobatan yang bisa anda lakukan untuk menyembuhkan penyakit ikan koi tidur. Kita bisa menggunakan 16 ons garam untuk 10 galon air pada tangki yang digunakan untuk karantina ikan koi.

Tingkatkan suhu air sampai 26 derajat celsius pada tangki karantina dan biarkan ikan berada pada tangki karantina selama lima menit. Jika ikan sudah kembali normal, anda bisa mengembalikan koi pada kolam.

Kenyamanan Lingkungan
Menjaga lingkungan kolam agar tetap nyaman adalah salah satu pencegahan terhadap stres pada ikan koi, terutama penyakit tidur. Kita bisa menambahkan tepian batu pada kolam dan desain kolam agar ikan koi bisa bersembunyi ketika mereka merasa terancam.

Kita juga bisa menambahkan vegetasi alami untuk meniru habitat asli ikan koi. Kita bisa menggunakan bubbler untuk oksigen dan sistem filtrasi sebagai pasokan air bersih. Pastikan juga kolam bisa terkena cahaya matahari yang cukup.

Demikianlah informasi tentang penyakit ikan koi tidur dan cara penangannanya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi anda pencinta ikan koi. Sampai bertemu lagi pada artikel selanjutnya.

Kamis, 18 April 2013

White Spot

Penyakit white spot mungkin boleh dibilang penyakit yang sangat populer karena banyak di-temukan menyerang koi di kolam taman maupun kolam penampungan. Bintik-bintik putih akan tampak di permukaan badan ikan, mula-mula di satu bagian kemudian meluas pada bagian tubuh lainnya. Penyebab bintik putih ini tidak lain dari protozoa bernama Ichthyophthirius multifilis.

Sekalipun tidak terlihat mata telanjang, tapi karena protozoa ini berkumpul dalam jumlah banyak, maka akan tampak seperti bintik putih. Diameter seekor protozoa sekitar 0,7 milimeter dan berbentuk seperti telur.

Koi yang terserang bintik putih seolah-olah tertutup oleh bedak putih. Pada tahap awal bintik
putih hanya menyerap cairan tubuh, tapi lama-kelamaan menyebabkan ikan kurus dan akhirnya mati.

Koi akan sangat mudah terserang apabila lingkungannya jelek dan kesehatan koi tidak berada dalam kondisi prima.

Untuk mengobati koi yang terserang bisa dengan cara menaikkan suhu air hingga mencapai beberapa derajat dari suhu awal. Cara ini sering efektif untuk mematikan white spot. 
Pengobatan dengan cara menaikkan suhu air kolam 0,5 gram Methelene blue dalam 1 ton air juga cukup efektif dalam mengenyahkan white spot. Pengobatan dilakukan dengan cara pemandian. Selain pada tubuh, white spot juga menyerang insang koi.

Senin, 08 April 2013

Penyakit Ikan Koi

Tanda-Tanda Koi Sakit

Menyendiri
Koi yang sehat akan berenang riang gembira me-ngelilingi kolam tempat hidupnya. Bila kita temu-kan koi yang menyendiri di sudut kolam dan tidak mau bergabung dengan kelompoknya, kita harus mulai curiga bahwa koi tersebut menderita sakit. Bila hanya sesekali saja seekor koi meninggalkan kelompoknya kemudian balik lagi bergabung, maka hal tersebut biasa dan tidak perlu dicurigai sebagai ikan yang sakit. Pada tahap yang lebih parah, koi ini akan mengambang dan ketika deritanya sudah me-muncak koi ini akan menghantam dinding kolam.

Megap-megap
Biasanya koi yang sehat akan bernapas dengan teratur, tenang dan seirama dengan gerakannya. Koi yang sakit akan bernapas dengan cepat dan mengesankan megap-megap. Gerakan mereka sudah tampak tidak serasi, dan sering terlihat di permukaan air. Koi bukanlah golongan ikan yang dilengkapi alat pernapasan tambahan yang harus menyempat-kan menghirup oksigen dari udara langsung. Oleh karenanya kalau ada gerakan koi yang seperti itu kita sudah harus curiga, terlebih Jika kita lihat ketika bernapas mulutnya terbuka lebar.

Diam di dasar dan strip dada terbuka 
Koi yang sehat umumnya akan aktif bergerak kian kemari bersama kelompoknya. Koi yang sakit akan berdiam diri di dasar kolam dengan posisi ship dada terbuka lebar. Bagaimana membedakannya dengan koi yang sedang tidur? Koi yang sedang tidur akan memilih tempat yang sesuai, dan akan diam dengan posisi sirip dada tertutup. Sedangkan koi yang sakit akan tidur di mana saja, tidak peduli tempat itu datar, berbatu-batu, atau di pojok kolam yang menonjol. Lagipula koi sehat yang sedang tidur ketika kita ganggu akan sigap berenang berpindah tempat, sedangkan yang sakit hanya sebentar saja bereaksi, kemudian akan kembali pada posisi semua dan diam tak bergerak. Malahan gerakannya mengesankan kalau koi tersebut tidak memilih tempat baru, melainkan tenggelam.

Tidak bernafsu makan
Koi yang sehat akan memburu dengan sigapmakanan yang disodorkan dan berebut sesama ka-wannya. Namun koi yang sakit tidak akan ikut-ikut-an bereaksi. Selain itu, koi yang sakit biasanya di-tandai dengan cairan yang dikeluarkan dari dubur-nya. Karena makanannya tidak teratur, maka kotoran yang dikeluarkannya pun berpengaruh. Ketika kotoran koi sudah encer, itu suatu indikasi bahwa penyakitnya sudah sangat serius.

Berenang menyentak-nyentak
Koi yang sehat akan berenang dengan mulusnya, kadang cepat, kadangkala lambat dan ber-irama. Namun, Jika kita temukan koi yang berenang menyentak-nyentak secara terus menerus itu pertan-da koi tersebut sedang menderita sakit. Tidak jarang koi yang berenang menyentak-nyentak ini menabrak temannya. Dan sering perilaku berenang menyentak-nyentak ini dilakukan seiring dengan gerakan megap-megap dari mulut dan insang dan dilakukan di permukaan air.

Gerakan salto
Suatu kali mungkin akan kita temukan koi yang bergulingan ketika berenang, baik berguling ke sam-ping atau ke arah bawah. Jika demikian kemungkin-an besar gelembung renangnya berfungsi tidak sem-purna.

Insangnya terdapat parasit
Jika permukaan tubuhnya terlihat biasa-biasa saja, artinya tidak mengalami perubahan yang"ber-arti, tapi dari aktifitasnya mereka terlihat sangat lelah, maka boleh jadi koi tersebut terserang penya-kit. Langkah yang mesti dilakukan adalah melihat insangnya. Ikan yang napas dan aktifitasnya ter-ganggu, biasanya insangnya berubah putih atau ke-hitaman. Bisa juga bentuk insangnya berubah. Warna merah pada insang yang sehat tidak bakal kita temukan lagi. Dan bila sudah demikian koi harus ditangani dengan serius, Jika kita tidak inginkan koi yang lain turut terserang. Tidak jarang juga pada insang koi kita temukan binatang seperti cacing atau kutu yang menempel, karena kita tahu serangan kedua parasit ini meliputi sekujur tubuh tanpa kecuali.

Perubahan sekujur tubuh
Perubahan pada permukaan tubuh misalnya timbulnya bercak-bercak merah seperti darah, mun-culnya lendir yang kelewat banyak, dan hadirnya binatang-binatang asing pada beberapa bagian atau sekujur badannya. Jika muncul serabut seperti cacing pada tubuhnya, berarti ikan terserang Lernaea, sedangkan bila ada binatang putih, bulat, itu pertanda kena serangan kutu ikan (Argulus).