This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 30 November 2013

Cara Kerja Sistem Resirkulasi

Alam merupakan sebuah sistem daur ulang yang sempurna. Air yang ada dibumi ini adalah air yang sama yang ada di bumi sejak ribuan tahun lalu. Limbah dari sisa pencernaan makhluk hidup di daur ulang oleh sistem alam menjadikan siklus bumi yang self-sustaining, siklus ini disebut juga siklus nitrogen karena melibatkan senyawa senyawa nitrogen. Siklus itulah yang coba dimodelkan oleh sistem resirkulasi atau dalam istilah umum disebut Recirculating Aqua-culture System (RAS). Idenya adalah menciptakan model siklus nitrogen dalam sebuah sistem kolam resirkulasi tertutup. Secara sederhana siklus nitrogen yang terjadi digambarkan dalam gambar berikut:

Pakan yang dimakan oleh ikan akan dicerna, limbah dari proses pencernaan ikan tersebut adalah ammonia. Ammonia adalah zat polutan yang sangat signifikan dalam kolam. Kadar ammonia dalam kolam tidak diinginkan karena akan memperlambat pertumbuhan ikan, bahkan dalam kadar tertentu ammonia bisa sangat berbahaya untuk ikan dan menyebabkan keracunan pada ikan. Ammonia akan dimakan oleh bakteri Nitrosomonas dan akan menghasilkan Nitrit. Sementara bakteri Notrobacter akan memakan Nitrit dan akan mengkonversi Nitrit menjadi Nitrat. Nitrat sampai kadar tertentu tidak membahayakan ikan bahkan sampai kadar yang cukup tinggi, kandungan nitrat pada air kolam tidak berpengaruh fatal pada ikan, pada kadar tertentu hanya akan menyebabkan gangguan kesehatan minor.

Dalam sistem resirkulasi kolam air dialirkan dari tangki ikan ke filter biologi lalu kembali lagi ke tangki ikan. Filter biologi tersebut adalah bioreactor atau tempat tumbuhnya bakteri bakteri pengurai Nitrosomonas dan Nitrobacter. Dengan demikian tujuan dari sistem resikulasi adalah mengeliminasi ammonia dengan cara mengkonversi nya menjadi nitrit dan nitrat. Bahkan dalam pemeliharaan ikan koi kadar ammonia yang diharapkan adalah 0 mg/ltr. Berikut adalah skema sistem resirkulasi sederhana dalam kolam tertutup

sumber : solusikolam

Kamis, 21 November 2013

10th All Indonesia Koi Show 2013

Show terbesar di penghujung tahun ini, yang merupakan agenda rutin, akan kembali digelar di Mall@Alam Sutera - Tangerang, tanggal 6-8 Desember 2012 dengan nama 10th All Indonesia Koi Show 2013. Melombakan 17 jenis Koi dari 15 kategori ukuran.
Jenis yang dilombakan sebagai berikut :
  1. Kohaku
  2. Taisho Sanshoku
  3. Showa Sanshoku
  4. Shiro Utsuri
  5. Hi Ki Utsurimono
  6. Bekko
  7. Shusui
  8. Asagi
  9. Koromo
  10. Goshiki
  11. Kawarimono
  12. Hikarimono
  13. Hikari Moyomono
  14. Kinginrin A
  15. Kinginrin B
  16. Tancho 
  17. Doitsu
Sementara untuk ukuran dan biaya pendaftaran sebagai berikut :
 s/d 15 cm  Rp. 150.000,-
 16 - 20 cm  Rp. 150.000,-
 21 - 25 cm  Rp. 250.000,-
 26 - 30 cm  Rp. 250.000,-
 31 - 35 cm  Rp. 300.000,-
 36 - 40 cm  Rp. 400.000,-
 41 - 45 cm  Rp. 500.000,-
 46 - 50 cm  Rp. 600.000,-
 51 - 55 cm  Rp. 800.000,-
 56 - 60 cm  Rp. 800.000,-
 61 - 65 cm  Rp.1.100.000,-
 66 - 70 cm  Rp.1.100.000,-
 71 - 75 cm  Rp.1.300.000,-
 76 - 80 cm  Rp.1.300.000,-
 over 80 cm  Rp.1.600.000,-
Sewa Vat (Baru, bulat dan coated) Rp. 1.500.000,- Ruang Hall, (ukuran di atas 60 cm)
                                                               Rp. 1.000.000,- Luar Hall, (ukuran dibawah 60 cm)
Sewa Beli Rp. 2.000.000,-
Diskon Anggota APKI (tidak termasuk sewa bak) dan harus menunjukkan kartu anggota APKI:
 1.  Klub 10 %
 2.  Breeder 15 %
 3.  Dealer 20 %
 4.  Importir 25 %
Sementara untuk kejuaran yang diperebutkan sebagai berikut :
 Over 80 cm  Grand Champion  Melati Grand Champion
 Over 80 cm  Runner Up Grand Champion
 71 - 80 cm  Superior Champion  Melati Superior Champion
 61 - 70 cm  Mature Champion  Melati Mature Champion
 51 - 60 cm  Adult Champion  Melati Adult Champion
 41 - 50 cm  Young Champion  Melati Young Champion
 31 - 40 cm  Junior Champion  Melati Junior Champion
 21 - 30 cm  Baby Champion 2  Melati Baby Champion 2
 16 - 20 cm  Baby Champion 1  Melati Baby Champion 1
 up to 15 cm  Mini Champion  Melati Mini Champion 
 Over 80 cm   Jumbo  Melati Jumbo
 Over 60 cm  Male Champion  Melati Male Champion
 all size  Best Tategoi
 Best Keeping Award  Melati Keeping Award 
 Over 70 cm  Best in Variety
 Over 80 cm  Best In Size  Melati Prize
 76 - 80 cm  Best In Size  Melati Prize
 71 - 75 cm  Best In Size  Melati Prize
 66 - 70 cm  Best In Size  Melati Prize
 61 - 65 cm  Best In Size  Melati Prize
 56 - 60 cm  Best In Size  Melati Prize
 51 - 55 cm  Best In Size  Melati Prize
 46 - 50 cm  Best In Size  Melati Prize
 41 - 45 cm  Best In Size  Melati Prize
 36 - 40 cm  Best In Size  Melati Prize
 31 - 35 cm  Best In Size  Melati Prize
 26 - 30 cm  Best In Size  Melati Prize
 21 - 25 cm  Best In Size  Melati Prize
 16 - 20 cm  Best In Size  Melati Prize
 up to 15 cm  Best In Size  Melati Prize
 All Size  1st place, 2nd place, 3rd place
 Most Entry
 Most Point
 Most Handling
DOOR PRIZE
  • 3 (tiga) buah Sepeda Motor
  • 5 (lima) buah TV LED
  • 5 (lima) buah HP
Uang Pembinaan Prestasi total Rp.20 juta 
  • Mini Champion - Melati Mini Champion masing-masing Rp. 2,5 juta dari Kosiji Koi Farm
  • Baby Champion 1 - Melati Baby Champion1 masing-masing Rp. 2,5 juta dari Maruchiku Koi Farm
  • Baby Champion 2 - Melati Baby Champion2 masing-masing Rp. 2,5 juta dari Niigata Nishikigoi Direct
  • Junior Champion - Melati Junior Champion masing-masing Rp. 2,5 juta dari Ogata Koi Farm
Sumbangan dari HOST MAll ALAM SUTERA adalah pemberian booklet kepada peserta (selama persediaan masih ada (sekitar 200pcs)) yang berisi voucher discount booklet yang dapat dipergunakan di Mall Alam Sutera & Living World. Ditaksir jumlah discount yang dapat dipergunakan bernilai Rp 5jt.

PERATURAN DAN TATA TERTIB SHOW
  1. Setiap ikan yang didaftarkan harus melampirkan data digital dengan format nama file : “namapeserta-namahandling-kota peserta-jenis-ukuran” atau dicetak 1 (satu) lembar foto berwarna ukuran 3 R diambil dari atas, dengan posisi menghadap ke muka ikan. dan dibalik foto ditulis : “namapeserta-namahandling-kota peserta-jenis-ukuran”.
  2. Peserta dapat mengirimkan data digital tersebut lewat email ke koishow@apki.info  mulai tanggal 4 Desember 2013- 6 Desember 2013.
  3. Pendaftaran ikan, baik yang Regular maupun One Day Entry, hanya dilakukan pada hari Jum'at,  6 Desember 2013, pukul 09.00 WIB - 21.00 WIB.
  4. Ikan yang akan mengikuti lomba (show) Regular, diterima panitia (fish entry) pada hari Jumat tanggal 6 Desember 2013 dari pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB. 
  5. Peserta One Day Entry diterima paling lambat hari Sabtu 7 Desember 2013 pukul 08.00 WIB. Panitia berhak menolak Ikan yang masuk di luar waktu yang telah ditentukan.
  6. Peserta yang akan mengikuti Best Keeping Award (ikan minimal sudah 1 tahun dirawat di Indonesia), wajib melampirkan foto riwayat ikan, serta memberi tanda khusus pada formulir pendaftaran.
  7. Ikan yang akan dilombakan harus dikarantina dan dipuasakan sekurang-kurangnya 7 (tujuh) hari sebelum diserahkan kepada panitia show.
  8. Peserta harus mengukur secara tepat ikannya. Panitia berhak mengukur ulang ikan-ikan yang ukurannya diragukan. Keputusan panitia tentang ukuran mutlak.
  9. Tanda tangan panitia dalam kartu pendaftaran hanya pengesahan pendaftaran bukan sebagai pengesahan ukuran.
  10. Bagi peserta dengan ukuran ikan diatas 60 cm harus membawa bak penjurian sendiri.
  11. Peserta wajib menyediakan peralatan sendiri seperti : serokan, dan peralatan handling lainnya.
  12. Panitia berhak mendiskualifi kasi Ikan yang dinilai tidak layak mengikuti lomba (show); misalnya : cacat, tidak sehat atau berkutu, dan uang pendaftaran tidak dikembalikan.
  13. Semua ikan harus dibuka dari kantong plastik dan dimasukkan kedalam bak yang tersedia, kecuali untuk peserta One Day Entry.
  14. Selama penjurian berlangsung, peserta/pemilik ikan wajib berada di arena lomba (show) dengan jumlah personil maksimal 2 orang termasuk pemilik ikan.
  15. Keputusan Juri adalah mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  16. Panitia akan selalu berupaya untuk menjaga kesehatan dan keselamatan ikan, namun demikian segala resiko yang terjadi pada ikan selama lomba berlangsung menjadi tanggung jawab pemilik ikan atau peserta yang bersangkutan.
  17. Pengambilan ikan hanya dapat dilakukan pada hari Minggu, tanggal 8 Desember 2013, pukul 16.00 WIB sampai selesai untuk peserta Reguler dan hari Sabtu 7 Desember 2013 setelah Penjurian kecuali jika memperoleh Champion
  18. Untuk menanggapi protes dari peserta, dikenakan uang administrasi sebesar Rp.1.000.000,- dan hanya dapat dilakukan jika sudah mendaftarkan protes ke Sekretariat.
  19. Untuk memberikan penghargaan kepada Juri dan tamu undangan lainnya, kepada pemenang Champion yang menerima Piala pada saat Award Ceremony hari Minggu 8 Desember 2013, diharuskan memakai Baju Batik dan mengenakan Sepatu. Jika tidak memenuhi ketentuan ini maka penerimaan piala akan diwakilkan kepada panitia.

Shusui 01 SOLD

Di Jual Ikan Koi Shusui Nisai Ukuran 39cm
Harga : SOLD to Om Jono Bandung
Melayani Pengiriman Luar Kota
Harga Belum Termasuk Ongkos Kirim
Untuk Pemesanan Hub. 085655535565 atau Pin BB 33215498
Nb. Untuk Area Sidoarjo dan Surabaya Gratis Ongkos Kirim
Selama Ikan Belum Tertuliskan Sold Out atau Terjual Ikan Masih Ada

Foto Pengiriman dan Paking

Kamis, 29 Agustus 2013

Klarifikasi Produk Lelang Mix Koi JK130525



Mix Koi Awal

Mix Koi Pengganti

Jumat, 12 Juli 2013

Membedakan Koi Jantan dan Betina

CFF - Pertanyaan yang sering muncul pada penggemar ikan koi adalah bagaimana membedakan antara koi jantan dan koi betina. Pada usia dan ukuran koi yang masih muda dan kecil memang agak sulit untuk mengidentifikasi jenis kelamin ikan koi, meski bagi orang-orang yang sudah paham betul tidaklah sulit. Namun pada usia yang sudah cukup matang dan dewasa koi jantan dan betina dapat dibedakan dari segi fisik yang nampak. Ada beberapa hal yang bisa diamati sehingga bisa dibedakan mana koi jantan dan koi betina.

Hal pertama yang bisa diamati untuk membedakan koi jantan dan koi betina adalah pada bentuk badan ikan ( body conformation). Ikan Koi Jantan dan betina memiliki perbedaan pada bentuk badannya. Koi Jantan cenderung memiliki bentuk badan yang panjang dan kurus. Sedangkan Koi Betina memiliki bentuk badan yang lebih tambun dan lebih bulat.

Bentuk badan koi betina biasanya lebih bagus dibandingkan koi jantan. Karena alasan tersebut banyak penggemar koi memilih koi betina untuk dipelihara. Dalam beberapa kontes koi betina lebih sering menjadi juara karena bentuk badannya. Namun demikian ada pula koi jantan yang memiliki bentuk badan yang bagus.

Sirip Ikan Koi
Ikan koi jantan dan betina memiliki perbedaan pada bagian siripnya. Sirip Koi Betina cenderung lebih besar tetapi memiliki warna yang lebih sedikit. Pada koi betina sirip cenderung memiliki bentuk yang bulat. Sirip ikan koi jantan memiliki sirip yang runcing pada bagian
Sirip Ikan Koi Betina, Bagian tepi Bulat


Sirip Ikan Koi Jantan, BagianTepi Runcing

Selain pada bagian-bagian tersebut kita dapat membedakan jenis kelamin ikan koi dengan meraba pada bagian pipi dan siripnya. Pada Koi Jantan pipi dan sirip terdapat bintik-bintik putih, yang bisa dirasakan jika diraba. Utamanya pada ikan koi jantan dewasa dan mature.


Rabu, 10 Juli 2013

4th Jogja Koi Show 2013

JENIS YANG DILOMBAKAN
1. Kohaku
2. Taisho Sanshoku
3. Showa Sanshoku
4. Shiro Utsuri
5. Hi Ki Utsurimono
6. Bekko
7. Koromo
8. Goshiki
9. Shusui
10. Asagi
11. Kinginrin A
12. Kinginrin B
13. Hikarimono
14. Hikari Moyomono
15. Kawarimono
16. Tancho
17. Doitsu

UKURAN
1. s/d 15 cm - Rp. 50.000,-
2. 16-20 cm - Rp. 100.000,-
3. 21-25 cm - Rp. 200.000,-
4. 26-30 cm - Rp. 250.000,-
5. 31-35 cm - Rp. 300.000,-
6. 36-40 cm - Rp. 300.000,-
7. 41-45 cm - Rp. 350.000,-
8. 46-50 cm - Rp. 350.000,-
9. 51-55 cm - Rp. 400.000,-
10. 56-60 cm - Rp. 400.000,-
11. 61-65 cm - Rp. 500.000,-

Sewa Vat Rp.750.000, Sewa dan Beli Vat Rp.1.500.000

KEJUARAAN YANG DIPEREBUTKAN
56 – 65 cm Grand Champion, Melati Grand Champion
Runner Up Grand Champion
Male Champion, Melati Male Champion
46 – 55 cm Adult Champion, Melati Adult Champion
36 – 45 cm Young Champion, Melati Young Champion
26 – 35 cm Junior Champion, Melati Junior Champion
16 – 25 cm Baby Champion, Melati Baby Champion
Up to 15 cm Mini Champion, Melati Mini Champion
61 – 65 cm Best In Size, Melati Prize
56 – 60 cm Best In Size, Melati Prize
51 – 55 cm Best In Size, Melati Prize
46 – 50 cm Best In Size, Melati Prize
41 – 45 cm Best In Size, Melati Prize
36 – 40 cm Best In Size, Melati Prize
31 – 35 cm Best In Size, Melati Prize
26 – 30 cm Best In Size, Melati Prize
21 – 25 cm Best In Size, Melati Prize
16 – 20 cm Best In Size, Melati Prize
Up to 15 cm Best In Size, Melati Prize
All Size 1st place ,2nd place, 3rd place
Juara Umum
Peserta Terbanyak

PERATURAN DAN TATA TERTIB KOI SHOW
  1. Setiap ikan yang didaftarkan harus disertai 1 (satu) lembar foto berwarna , ukuran 3R (89mm x 127mm). foto Ikan diambil dari atas, dengan posisi menghadap ke muka ikan. Sertakan “namapeserta – handling – kota – jenis – ukuran” di belakang foto. Pendaftaran juga dapat dilakukan dengan memberikan data digital foto dengan ukuran file maksinal 500kb, format JPG dengan penulisan nama file “ namapeserta – handling – kota – jenis – ukuran”. Penitia berhak menolak pendaftaran ikan yang tidak memenuhi ketentuan ini.
  2. Peserta dapat mengirimkan data digital tersebut melalui e-mail ke alamat koishow@apki.info tanggal s/d 28 Juni 2013 pkl 23:00 WIB
  3. Pendaftaran ikan, baik yang Regular maupun One Day Entry, hanya dilakukan pada hari Jum'at 28 Juni 2013, pukul 08.00 WIB - 21.00 WIB.
  4. Pendaftaran melalui email hanya diterima sampai dengan tanggal 28 Juni 2013 pkl 23:00 WIB. Email setelah jam tersebut tidak dapat diterima.
  5. Tidak diperbolehkan merubah nama peserta sampai berakhirnya lomba.
  6. Ikan yang akan mengikuti lomba (show) Regular, diterima panitia (fish entry) pada hari Jumat tanggal 28 Juni 2013 dari pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 21.00 WIB.
  7. Peserta One Day Entry diterima paling lambat hari Sabtu 29 Juni 2013 pukul 08.00 WIB (bukan pendaftaran). Panitia berhak menolak Ikan yang masuk di luar waktu yang telah ditentukan.
  8. Peserta harus mengukur ikannya sendiri secara tepat. Panitia tidak mengukur ulang pada saat penerimaan ikan. Kecuali atas permintaan pemilik (pada kartu ikan untuk lomba terdapat paraf petugas handling yang mengukur).
  9. Panitia berhak mendiskualifikasi ikan yang tidak sehat, cacat, luka atau berkutu, dan uang pendaftaran tidak dikembalikan.
  10. Setiap pemilik wajib menyediakan peralatan handling sendiri.
  11. Setiap ikan yang telah didaftarkan mendapat 1 (satu) kantong plastik penjurian.
  12. Pada saat penjurian berlangsung, panitia berhak mengukur ulang ikan yang dicurigai melebihi ukuran. Keputusan panitia tentang ukuran ikan bersifat mutlak.
  13. Keputusan juri bersifat mutlak. Untuk menanggapi protes dari peserta yang mengajukan komplain dikenakan biaya administrasi sebesar Rp. 1.000.000 dan hanya dapat dilakukan jika sudah mendaftarkan protes ke Sekretariat.
  14. Panitia akan selalu berupaya untuk menjaga kesehatan dan keselamatan ikan, namun demikian segala resiko yang terjadi pada ikan selama lomba berlangsung menjadi tanggung jawab pemilik ikan atau peserta yang bersangkutan.
  15. Hal-hal yang bersifat teknis operasional dapat diinformasikan lebih lanjut oleh panitia berdasarkan hasil keputusan rapat juri dan perkembangan di lapangan.

Jumat, 07 Juni 2013

Pilih Koi Lokal Atau Import

Keberadaan koi local di tanah air cukup mendapat tempat dikalangan hobbies koi di tanah air, cuman yang menjadi sesuatu yang cukup memprihatinkan adalah posisi tempat itu didapat karena suatu keterpaksaan belaka, kalau boleh di ibaratkan dunia tinju atau sepak bola koi lokal hanya menang WO.

Yang kalau boleh diartikan koi local hanya mendapat tempat dikarenakan factor harga bukan karena apresiasi koi itu sendiri. Kalangan hobbies koi masih banyak yang terbelenggu sebuah paradigma bahwa koi import berkualitas jauh lebih baik dari koi local.

Nach, mungkin hal tersebut yang menjadi tugas kita para hobbies muda untuk membuktikan apakah paradigma tersebut benar atau salah, mungkin dalam hal ini kita tidak harus membuktikan benar atau salah, tugas kita hanya cukup memberikan apresiasi apakah paradigma tersebut tepat atau tidak, bukan benar atau salah.


Mengapa?


Dalam menikmati koi keeping kalau boleh diibaratkan sama dengan kita menganut “ keimanan ” kita, banyak perbedaan dalam menjalankan, tapi cuman satu tujuan dan semua memiliki satu tujuan.

Banyak cara dan semuanya benar, tinggal kita yang menentukan cara mana yang dipakai dan cara mana yang kita pilih, harus sesuai dengan kondisi keadaan kita dan sanubari kita.

Apa sebenarnya yang membedakan koi import dan local, setelah penulis sendiri amati secara menyeluruh tidaklah ada yang dapat membedakan koi import dan koi local secara spesifik.

Yang dapat dibedakan hanyalah factor – factor penilaian secara umum, tidak secara spesifik.
Dan hal ini pula yang banyak dimaanfaatkan oleh beberapa pedagang yang kurang terpuji dengan menjual koi local berkualitas dengan label import untuk mengangkat harga jual.

Kalau ada yang bilang koi import mempunyai struktur badan yang baik, koi local juga ada yang mempunyai stuktur body yang baik, bahkan koi import kelas pinggiran saja mungkin bisa dilewati.

Walau memang harus diakui secara umum koi import mempunyai struktur badan yang lebih baik.
Dan harusnya kita dapat memahami apabila kita menyelami latar belakang hal tersebut.

Kalau ada yang bilang koi import pola atau pattern yang baru finish pada ukuran dan usia tertentu, koi local juga ada baru finish pada ukuran dan usia tertentu.

Masalah pola ini apa tidak lebih baik kalau pola sudah finish pada usia dini sehingga dalam koi keeping kita tidak terlanjur kecewa ?

Ada juga yang bilang koi import bisa jumbo kalau koi local tidak bisa.

Kalau kita telaah secara mendalam apa ada jaminan kalau koi import bisa jumbo?

Koi import kelas TOP breeder jepang pun, tidak berani memberikan garansi 100% bahwa koi mereka pasti bisa menjadi ukuran jumbo.

Garansi dari mereka,IKAN KOI DI JAMIN BISA JUMBO, KALAU IKAN KOI TIDAK BERKEMBANG AKAN DIGANTI DENGAN KOI YANG LAIN.

Kalau kita telaah secara implisit sebenarnya mereka tidak menggaransi koi mereka bisa jumbo 100%,

Karena memang secara tehnik tidak mungkin kita bisa memastikan seekor koi bisa jumbo apa lagi masih pada ukuran 15-20 cm, yang bisa hanya PREDIKSI DAN KEMUNGKINAN BESAR, TIDAK AKAN BISA MEMASTIKAN 100%.

Apakah kita bisa memastikan kehendak YANG MAHA KUASA ? di batasan ukuran berapa koi bisa disebut JUMBO? Apakah koi local tidak ada yang mencapai ukuran tersebut?

Mungkin hanya satu jawaban yang bisa kita dapat yakni, : BAHASA MARKETING , mungkin hal ini yang harus menjadi tauladan para breeder local kita.

Kalau kita mendalami, mengapa koi import secara umum lebih baik dari koi local ?

Untuk mempelajari hal tersebut mungkin kita harus mendalami dan memahami latar belakang dari industri koi itu sendiri dari sudut pandang industri bukan dari sudut pandang dari seorang hobby.


ANALISA PASAR


Kalau kita perbandingkan dengan industri lain, seorang produsen tas, sepatu, atau garmen yang memproduksi untuk tujuan export akan menjaga betul kualitas secara ketat dan disiplin, tapi untuk tujuan pasar local hal tersebut akan bersifat mendua dalam artian antara menjaga quality control dan pertimbangan higt cost production.

Selain hal tersebut factor harga sangat besar peranannya disini.

Secara dalil ekonomi semakin tinggi kualitas barang akan berbanding lurus dengan harga.

Sebagai contoh pemahaman mungkin kita ambil contoh kalau kita membeli sebungkus rokok

Rokok merk A dengan harga beli Rp.6.000 / bungkus. Isi 12 batang
( salah satu rokok kretek nasional dengan slogan Hijau ), kita bandingkan dengan

Rokok merk GG dengan harga beli Rp. 9.000 / bungkus. Isi 16 batang
( salah satu rokok nasional dengan merk tempat penyimpanan bahan rasa asin )

Menurut anda mana yang akan anda beli ?
Mungkin banyak jawaban, diantara nya :
  1. Jelas merk A, Rp.6.000 lebih murah dari Rp.9.000
  2. Jelas merk A, walau di hitung per batang Rp. 500, masih lebih murah dari Rp.562,5.
  3. Merk GG , kalau yg kita beli rokoknya saja, jika kita beli rokok tidak harus bayar Cukai rokoknya.
  4. Beli merk GG karna kalau merk A kan rokok kuno bukan rokok modern
  5. Beli merk GG karna kalau merk A rokok kelas bawah , jadi gengsi.
  6. Beli merk A walau kalau di hitung karena harga lebih mahal, kalau kita tidak harus bayar cukai.
  7. Karna yang kita nikmati tembakaunya bukan cukainya.
  8. merk GG, karena sesuai selera
  9. merk A, karena sesuai selera
  10. Beli merk A kalau dilihat harga tembakau nya saja lebih mahal, pasti lebih berkualitas.
  11. merk GG , karena merk lebih TOP
  12. Dan lain lain jawaban

Jawaban mana yang anda pilih ? Ya anda, benar apapun jawaban anda, karena menurut saya semua jawaban di atas semua benar, termasuk jawaban anda semua yang tidak tertulis di atas, semua benar. Tinggal kita menilai dari prespektif kita masing – masing. Dan tiap individu mempunyai sudut pandang yang berbeda.

Kalau kita kembalikan dalam memilih dalam koi keeping, mana yang akan anda pilih ?
Jawaban anda akan bisa menjawab posisi atau faham anda dalam koi keeping


NILAI INTRISIK


Nilai intrisik dalam hal ini juga harus menjadi pertimbangan dalam pemikiran kita. Yang mungkin harus menjadi pertimbangan adalah nilai keindahan koi itu sendiri terlepas dari semua factor yang terkait.

Selain hal tersebut yang mungkin menjadi pertimbangan adalah nilai maanfaat ikan koi itu sendiri apakah untuk tujuan estetika keindahan atau untuk tujuan lain, prestise misalkan. Kalau untuk tujuan prestise mungkin koi dengan embel – embel atau lebel Ogata, Momontaro, dan lain – lain akan sangat berguna.

Mungkin yang harus menjadi pertimbangan kita juga biaya distribusi koi import jauh lebih besar dari koi local, selain juga panjang – pendeknya jalur distribusi ikan koi itu sendiri.


YANG TERLUPAKAN


Mungkin yang selama ini terlupakan oleh kita adalah jumlah peredaran koi local dan koi import di tanah air, jelas koi local jauh lebih banyak dari koi import.

Dan koi local yang beredar tentunya dari berbagai kelas mulai dari show Quality sampai gread ter rendah, sehingga semakin mendukung paradigma koi local tidak berkualitas.

Selain factor di atas yang banyak terlupakan oleh kita adalah keberadaan kami breeder koi local, yang jarang mendapat perhatian dan apresiasi dari para hobbies koi.

Para breeder koi local tidaklah menjaga kualitas ikan koi, secara total dikarenakan pertimbangan dari segi bisnis. Memang kebanyakan dari peternak koi local akan meyeleksi koi sampai tingkatan tertentu.

Yang menjadi masalah adalah hasil tidak lolos seleksi tetap dijual ke pasar untuk menutupi atau menambah penghasilan, seringkali koi yg diseleksipun terlalu dipaksakan walau kualitas kurang memadai.

Dan dalam hal ini kita dipaksa untuk harus dapat memaklumi dikarenakan factor keterbatasan sarana dan sumber daya.

Ini sangat jauh berbeda dengan di jepang yang konon kabarnya koi yang tidak lolos seleksi diolah menjadi makanan ternak yang mungkin juga menjadi makanan koi.

Dan hal ini juga yang sangat memperburuk image koi local , dari para hobbis yang berpikiran sempit.


PERNAHKAN ANDA MEMBAYANGKAN ?


Yang terlintas di benak saya adalah suatu kayalan, saya membeli koi import uk 25 cm, dengan harga Rp. 2,5 juta. Pasti saya sudah merasa puas koi tersebut berenang di kolam saya dan cukup dapat membahagiakan dan membanggakan.

Namun pernah juga saya membayangkan kalau seandainya saya membeli koi local ukuran 25 cm, dengan harga Rp. 2,5 juta!!!!!!

Pastilah kolam saya akan jauh lebih indah dan jauh dapat dibangakan!

Yang tidak pernah berani saya bayangkan kalau membandingkan koi import ukuran 25 cm seharga Rp. 2.500.000, dengan koi local ukuran 25 cm seharga 250.000 rupiah !!!

Dan saya ajurkan anda jangan pernah membayangkan hal ini, hal ini akan menjadikan pikiran yang cukup dilematis, sangat sulit untuk dipecahkan.


MANA YANG ANDA PILIH


Kalau seandainya anda memilih koi import dengan klasifikasi Grand Champion atau minimal champion – champion yang lain, itu memang suatu pilihan yang bijaksana, tapi saat ini banyak juga koi impor yang memiliki kualitas lebih rendah dari koi lokal

Karna sepengetahuan saya memang koi local belum bisa menghasilkan koi sekaliber tersebut.

Apalagi kalau koi tersebut bisa di kembangkan di tanah air akan sangat membantu dunia perkoian di Indonesia tercinta ini.

Bagi kita yang hanya mampu beli koi import kelas tanggung dan pinggiran, mungkin mempertimbangkan koi local dengan anggaran cukup 50-75 % dari koi import idaman anda, mungkin akan dapat membuat anda lebih bijaksana dan minial anda akan dapat membantu para breeder local untuk terus dapat eksis dan secara perlahan meningkatkan kualitas.

Tulisan ini hanya sekedar hasil perenungan dan inspirasi kami, kami harapkan dapat bermanfaat bagi dunia perkoian tanah air.

Apabila kami ada menyinggung pihak – pihak tertentu kami mohon maaf yang sebesar – besarnya, ataupun ada kata – kata atau pemikiran kami yang menyinggung pihak – pihak lain.

Tidak ada maksud apa – apa dalam artikel kami ini, kami hanya ingin memaparkan ide dan pemikiran kami untuk memajukan dunia perkoian tanah air.

Apakah ide dan pemikiran kami akan dikenang ataupun dilupakan tidaklah penting buat kami.

Yang kami anggap penting hanyalah bagaimana keindahan koi dapat kita nikmati.

Sumber : Terminal Koi