This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 25 Juni 2014

Kamus Ikan Koi (A-B)

A

Agi – Dagu. Istilah ini digunakan bukan hanya untuk menunjukkan ‘dagu’ Koi, tetapi juga menunjukkan seluruh bagian samping muka termasuk penutup insang.

Agi Sumi – SUMI yang terletak pada bagian AGI.

Ai – warna biru Indigo, seperti pada warna dasar ASAGI atau aksen pada AIGOROMO.

Aigoromo - pola netting berwarna indigo pada pola merah KOHAKU.
Ai Goromo

Ai-no-Fuki – Pola melengkung berwarna indigo diatas pola Hi seperti pada AIGOROMO

Ai-no-Fukidashi - Ai yang mulai naik/ muncul

Ai-Sashi – Sashi biru. Sashi pada AIGOROMO

Aka – Istilah umum yang berarti ‘merah’

Aka Hajiro – Koi Merah dengan sirip putih dengan MOTOAKA pada pangkal sirip pectoral. Merupakan jenis pengembangan dari BENIGOI
Aka Hajiro

Akame Kigoi – KIGOI bermata merah.

Aka Muji – Koi bersisik Merah, biasa juga disebut HIGOI

Aka Sanke – Sanke Merah. Aka berarti ‘merah’. AKA SANKE adalah Taisho Sanshoku (Sanke) dengan warna merah/HI yang dominan dan SHIROJI yang sangat minim. AKA SANKE bukan nama jenis Koi, tetapi istilah ini lebih pada memberikan deskripsi. Meski minimnya SHIROJI mengurangi keanggunannya, AKA SANKE mempunyai citra yang dinamis dan kuat.

Aka Sanke

Amime - Netting. Bagian badan Koi dilapisi dengan sisik dan kadang tumpukan sisik ini tampak seperti pola jaring yang sangat indah. Ini disebut AMIME

Aoji – Dasar biru; Sumi yang belum naik/ muncul pada permukaan badan Koi. Disebut juga SOKO ZUMI: (SOKO artinya ‘dasar’). AOJI umumnya terlihat pada SHIROJI dan tampak berwarna biru transparan. Ini menunjukkan SUMI yang belum ‘finished’. Istilah ini hanya digunakan pada beberapa jenis yang memiliki SUMI seperti pada Taisho Sanshoku (Sanke). Setelah AOJI naik, KOI bisa disebut ‘finished’

Aragoke – Bersisik besar.

Asagi - Koi Biru dengan perut berwarna merah, pola yang utama adalah FUKURIN yang nampak seperti pola tipis berupa jaring diatas warna dasar indigo, bagian kepala putih bersih, sebagian memiliki MOTOAKA. Jenis ini termasuk jenis tua.

Asagi

Atama – Kepala; Mahkota

Atama ga hageru – Keadaan kepala yang bersih; kepala yang bersih

Ato – Lambat naik/ munculnya (misal: ato sumi)

B

Bekko – Koi dengan warna dasar solid dihiasi dengan spot hitam yang menyebar; Shiro Bekko adalah Koi putih dengan spot hitam, Hi Bekko adalah Koi merah dengan spot hitam, Ki Bekko adalah Koi Kuning dengan spot hitam.

Bekko

Beni – Citra warna merah yang lebih kuat.

Benigoi – Koi berwarna merah, lebih merah dari HIGOI.
Benigoi


Beni Kumonryu – KUMONRYU dengan pola HI. BENI adalah istilah lain untuk warna merah. KUMONRYU adalah versi DOITSU dalam keluarga KARASU. Bila KARASU dikawinkan dengan KOHAKU, maka akan menghasilkan BENI KUMONRYU. Pola HI nya akan lebih mirip dengan pola mendatar KUMONRYU dibandingkan pola KOHAKU.

Beni Kumonryu

Beta Ginrin – Kilau Cermin; Seluruh sisik berkilau seperti cermin, disebut juga NIIGATA GINRIN. Kilauannya kuat tetapi tergantung dari sudut pandang. Belakangan, dikembangkan HIROSHIMA GINRIN yang memiliki kilauan yang lebih kuat.

Bire – ‘Api’, nama yang digunakan untuk pola merah tertentu pada ASAGI dan SHUSUI

Boke – SUMI yang belum/ tidak naik (pada SHOWA)

Boke


Bongiri – Setengah (badan Koi) Kedua berwarna lebih terang. Koi yang pada setengah bagian belakang badannya memiliki sedikit pola atau pola yang ringan dibandingkan dengan setengah bagian depannya. Koi ini seperti hanya memakai kaus oblong saja: keadaan kurang baik pada Koi yang masih berukuran kecil tetapi bila Koi ini berkualitas tinggi dan tumbuh besar maka akan menjadi Koi yang sangat cantik. Banyak koi juara berpola BONGIRI.

Bozu – Gundul; merujuk pada biksu Budha. Koi dengan kepala putih tanpa HI ataupun SUMI. Awalnya, walaupun pada kepala Koi hanya ada sedikit bercak warna, ini tetap tidak disebut BOZU. Tetapi sekarang, semua Koi dengan kepala berwarna terang disebut BOZU.

Bu – Pembagian kelas menurut satuan panjang di Kontes Koi di Jepang.

Budo Goromo – GOROMO berwarna anggur. BUDO berarti warna ‘anggur’ (ungu tua). Warna BUDO menumpuk pada seluruh pola HI, tidak membentuk lengkungan seperti pada AIGOROMO. FUKURINnya juga berwarna BUDO. Jenis ini memiliki kontras yang sangat kuat dan indah antara SHIROJI dan BUDO.

Budo Goromo

Kamus Istilah Ikan Koi Lengkap



KAMUS LENGKAP ISTILAH IKAN KOI

A-B                    C                    D                    E

Selasa, 24 Juni 2014

Hematologi Ikan



Hematologi adalah ilmu yang mempelajari tentang darah, organ-organ pembentuk darah dan penyakit darah baik pada manusia dan binatang mammalia.
 
Pada ikan, penelitian tentang profil darah lebih banyak dikaitkan dengan timbulnya sistem kekebalan tubuh karena adanya suatu perlakuan seperti pemberian hormon dan immunostimulan. Di Karantina Ikan sendiri, penggunaan hematologi sebagai metoda diagnosa penyakit ikan belum banyak digunakan walaupun sudah direkomendasikan oleh Dr. MB. Malole pada tahun 2006 dalam standar diagnosa penyakit ikan golongan virus.
 
Pemeriksaan profil darah pada ikan dapat dilakukan dengan cara yang sederhana, mudah dan relatif murah bila dibandingkan dengan metoda lain yang memerlukan sarana mahal seperti immunohistopatologi dan PCR. Bila metoda ini dapat dikembangkan sebagai metoda diagnosa penyakit ikan, tentunya akan sangat bermanfaat bagi UPT-UPT yang masih kekurangan sarana serta para petugas karantina ikan yang bekerja di wilayah-wilayah kerja yang minim fasilitas.Permasalahannya adalah bahwa sampai saat ini penelitian tentang hematologi sebagai metoda diagnosa penyakit ikan belum banyak dikembangkan, sehingga kita belum dapat mengetahui seperti apa sebenarnya profil darah pada ikan yang terserang patogen. Untuk dapat mengetahui profil darah pada ikan yang terserang patogen, maka hal pertama yang harus kita ketahui adalah profil darah pada ikan normal. Namun sampai sejauh ini sayangnya negara kita belum memiliki data dasar profil darah pada ikan jenis apapun. Menurut Cho, B.Y (dalam Anonim, 2006) jumlah sel darah merah pada ikan normal adalah 1,05-3 juta sel/mm3 dan jumlah sel darah putih adalah 15.000-300.000 sel/mm3. Sedang menurut Anonim (2008) jumlah sel darah sangat bervariasi tergantung species dan kondisi kesehatan ikan dalam species tersebut.
 
Pada ikan-ikan musim empat seperti rainbouw trout jumlah sel darah merah berkisar antara 0,77 hingga 1,58 x 106 sel/mm3 dan jumlah sel darah putih antara 7,8-20,9 x 106 sel/mm3, dengan komposisi sel darah merah dan sel darah putih pada ikan normal antara 96-98% : 2-3,5%. Pemeriksaan profil darah untuk mengetahui serangan patogen dimungkinkan karena menurut Malole (2006) walaupun ikan adalah vertebrata yang paling primitif tetapi memiliki sistem immun untuk melindungi diri terhadap infeksi. Ikan-ikan yang hidup di lingkungan hangat (warm environment) membutuhkan respons immun yang sangat sempurna karena semua agen patogen pada ikan yaitu partikel virus, bakteri, fungi, toxin dan parasit mengandung antigen. Sedangkan menurut Wuryastuti (1998), pemeriksaan darah pada ikan merupakan salah satu prosedur yang dapat mempunyai arti penting terutama dalam meyakinkan diagnosis dan membantu prognosis.
 
Peningkatan kekebalan tubuh pada ikan sehat yang berpotensi karier maupun ikan terinfeksi virus dapat dilakukan melalui pemeriksaan jumlah sel darah dan differensiasi Leukosit. Lagi menurut Malole (2006) ikan yang mengalami serangan penyakit akan meningkatkan kekebalan tubuhnya dengan memperbanyak sel darah putih sehingga konsentrasi darah putih akan meningkat dari kadar normal. Sedangkan penghitungan komposisi sel darah putih dapat digunakan untuk diagnosa awal serangan penyakit ikan dengan hipotesa sebagai berikut :
�� Apabila terdapat banyak lymposit dan monosit maka dicurigai ikan tersebut terinfeksi virus;
�� Apabila terdapat banyak eosinofil ikan dicurigai terinfeksi parasit;
�� Apabila terdapat banyak netrofil ikan dicurigai terinfeksi bakteri;
�� Apabila terdapat banyak basofil ikan dicurigai terinfeksi jamur (Malole, 2006).
Darah adalah jaringan yang tersusun dari sel-sel yang disirkulasikan dalam bentuk medium cair, plasma dan pada beberapa invetrebrata disebut haemolymph. Darah berfungsi mendistribusikan oksigen, sari makanan dan sisa-sisa produk buangan (eksetori) ke seluruh, antar dan dari jaringan-jaringan dan organ tubuh. Darah disirkulasikan oleh aktivitas otot-otot dipembuluh darah dan jantung (Murwantoko, 2007). Sel darah terdiri dari dua komponen utama yaitu sel darah merah dan sel darah putih.

Sel darah merah
Sel darah merah atau erithrosit merupakan sel-sel yang berinti dan mengandung pigmen warna haemoglobin (protein berpigmen merah). Erithrosit bertugas untuk mendistribusikan gas-gas terutama oksigen ke seluruh bagian tubuh. Molekul oxygen dibawa dalam molekul haemoglobin dalam sel. Haemoglobin adalah sebuah protein besar yang terdiri dari 4 sub unit protein yang lebih kecil yaitu dua rantai alpha dan dua rantai beta yang dihubungkan dengan 4 cincin haeme dan satu atom Fe yang meng- hubungkan keempat cincin haeme. Masing-masing sub unit protein tersebut bertugas membawa satu molekul oksigen. Erithrosit pada ikan terdiri dari dua kelompok yaitu erithrosit yang sudah matang (mature erythrocyte) yang berbentuk memanjang, bulat panjang atau oval dengan inti terletak di tengah dan erithrosit yang belum matang (immature eryhtrocyte) biasa juga disebut polychromatocytes yang berbentuk lebih membulat, dengan inti sel yang lebih besar.
Jumlah erithrosit pada ikan sangat bervariasi tergantung pada species dan kondisi kesehatan ikan dalam species tersebut, sebagai contoh pada ikan Rainbouw Trout (Oncorhynchus mykiss) jumlah erithrosit berkisar antara 0.77 hingga 1.58 x 106 sel /mm3. Sedangkan komposisi erithrosit dalam darah ikan Sea Bass (Dicentrarchus labrax) adalah sebanyak 96.5%, pada ikan White Bream (Diplodus sargus) sebanyak 96.5% dan pada ikan Saupe (Sarpa salpa) sebanyak 98%.

Ukuran erithrosit bervariasi antara 10-15μm atau 8-12 μm dengan jumlah sel yang immatur relatif sedikit dibanding sel yang mature. Leukosit ikan merupakan bagian dari sistim pertahanan tubuh yang bersifat non spesifik. Leukosit beredar dalam berbagai tipe di saluran darah. Leukosit beredar lebih sedikit jumlahnya dibanding sel darah merah, namun dalam keadaan infeksi bakteri, netrofil akan meningkat dengan hebat. Sedangkan pada infeksi viral jumlah netrofil menurun dan limposit meningkat. Menurut Blaxhall (1972 dalam Hendriyanto, 2007) Perubahan nilai leukosit dan hitungan jenis leukosit dapat dijadikan indikator adanya penyakit infeksi tertentu yang terjadi pada ikan. Leukosit umumnya terdapat dalam aliran darah biasa dikelompokkan menjadi granulosit dan agranulosit Granulosit ditandai dengan adanya granula yang khas dalam sitoplasmanya.

Berdasarkan reaksinya terhadap pewarnaan, terdapat tiga jenis granulosit yaitu : netrofil, eosinofil dan basofil. Netrofil granularnya halus dan bening (tidak menyerap warna). Eosinofil granularnya kasar berwarna merah (menyerap warna asam) dan basofil granular agak lebih halus dari eosinofil warna biru (menyerap basa). Granulosit pada ikan berbeda dengan mamalia. Tiap spesies ikan menunjukkan variasi bentuk dan reaksi pewarnaan sehingga sampai saat ini belum dapat ditetapkan nomenklaturnya. Namun berdasarkan morfologi dan kesamaan fungsinya dengan mamalia, granulosit ikan masih digolongkan menjadi neutrofil, eosinofil & basofil.

Sedangkan agranulosit meliputi limfosit dan monosit. Limfosit intinya lebih besar dibandingkan dengan sisa sitoplasmanya adalah limfosit besar sedangkan limfosit kecil intinya kecil daripada sisa sitoplasmanya dan untuk monosit ukurannya relatif lebih besar dan intinya tunggal seperti kacang. Limfosit yang intinya lebih besar dibandingkan dengan sisa sitoplasmanya adalah limfosit besar, sedangkan limfosit kecil intinya kecil daripada sisa sitoplasmanya (VI-3-9).

Lymposit merupakan sel-sel respon pertahanan tubuh terpenting pada ikan dan diklasifikasikan dalam 2 sub-klas yaitu Sel T dan Sel B. Sel B mempunyai kemampuan untuk bertranformasi menjadi sel plasma yaitu sel yang memproduksi antibodi. Sedangkan sel T sangat berperan dalam mengontrol respon imun. Monosit ukurannya relatif lebih besar dan intinya tunggal seperti kacang (VI-3-11). Monosit berperan penting sebagai fagosit utama yang menghancurkan patogen.

Penghitungan jumlah sel darah dan differensiasi leukosit
Penghitungan jumlah sel darah dilakukan pada kamar hitung Neubaeur dengan menggunakan cairan pengencer Hayem untuk sel darah merah dan Turk untuk sel darah putih yang dihitung dengan. Darah ikan diambil dengan spuit yang telah diberi antikoagulan, kemudian dihisap dengan pipet pengencer sampai ke batas tera (0,5). Tambahkan cairan pengencer Hayem atau Turk kemudian hisap sampai batas tera 101 untuk sel darah merah dan 11 untuk sel darah putih. Homogenkan cairan dalam pipet dengan cara membuat gerakan bolak balik seperempat lingkaran atau gerakan angka delapan, posisi pipet mandatar. Kemudian teteskan cairan ke ujung kaca penutup pada kamar hitung, biarkan sampai sel darah mengendap dengan sempurna dan lihat di mikroskop.

Penghitungan dapat dilakukan apabila penebaran sel telah merata. Sel darah merah dihitung pada kotak-kotak yang terdapat ditengah kamar hitung, yaitu pada empat kotak pojok dan kotak tengah sedangkan sel darah putih dihitung pada 4 x 16 kotak yang terdapat di empat sudut kamar hitung. Hasil Penghitungan Akhir (HPA) jumlah sel darah merah : n x 10.000 dihitung sebagai jumlah per ml3. sedangkan HPA sel darah putih n x 40 dihitung sebagai jumlah per ml3.

Untuk melakukan differensiasi leukosit digunakan metoda preparat ulas darah dan diberi pewarnaan giemsa. Darah dengan atau tanpa antikoagulan diteteskan di atas objek glass, kemudian diratakan dengan menggunakan ujung objek glass lainnya ke sepanjang permukaan objek glass dan biarkan kering. Fiksasi pada methanol selama 5 menit dan biarkan kering, kemudian rendam dalam giemsa 10% selama 30-60 menit, angkat dan keringkan. Cuci dengan aquades atau alir mengalir dan keringkan. Tetesi dengan immersi oil, amati di mikroskop. Masing-masing jenis darah putih dihitung pada area tepi ulas darah. Penghitungan dilakukan hingga sel darah ke-100. Kemudian masing-masing darah dipersentasekan.

Hematologi ikan sebagai metoda diagnosa penyakit memang belum banyak digunakan, namun apabila dapat dikembangkan akan sangat membantu pelaksanaan tindakan karantina ikan khususnya tindakan pemeriksaan di laboratorium. Metoda ini dapat diaplikasikan di UPT dan Satker Karantina Ikan yang masih minim fasilitas sekaligus akan mampu membantu memecahkan masalah pemeriksaan penyakit ikan pada ikanikan bernilai ekonomis tinggi yang tidak mungkin dilakukan pembedahan

Daftar Pustaka
Herlina, T. 2008. Hematologi. InfoKarikan Vol. 5 No. 1 | April 2008 | 30.

Sumber Asli :
http://afiesh.blogspot.com/2013/06/hematologi-ikan.html





Sabtu, 21 Juni 2014

Semarang Koi Bazaar & Talk Show 2014

Buat teman-teman pecinta ikan koi yang tinggal di semarang silakan datang pada acara "Semarang Koi Bazaar & Talk Show 2014" selain bisa menambah pengetahuan tentang keeeping ikan koi juga bisa meningkatkan tali silaturrahmi antara sesama pecinta ikan koi ada lelangn koi juga loh, pastinya ikan yang di lelang cantik-cantik. jangan sampai tidak datang ya

Ini adalah beberapa ikan yang akan dilelangkan pada Semarang Koi Bazaar & Talk Show 2014 pada tanggal 22 juni 2014 cantik-cantik bukan ikannya jangan sampai nyesel loh kalau tidak hadir 


Jenis-Jenis Ikan Guppy

CFF - Anda semua pasti sudah pernah mendengar nama ikan guppy atau biasa disebut ikan kipas di tempat saya tinggal karena mempunyai ekor yang lebih besar dari badannya. ikan guppy atau ikan yang mempunyai nama ilmiah (Poecilia reticulata) ditemukan oleh Robert John Lechmere Guppy, seorang yang berkebangsaan Inggris, di Trinidad pada tahun 1850.

Ikan Guppy sangat mudah untuk dikembang biakkan Guppy alam / liar pernah juga digunakan sebagai alat untuk membasmi jentik nyamuk malaria. Kemampuannya untuk melahap jentik nyamuk terbukti efektif untuk meredam perkembangan malaria. sampai artikel ini di keluarkan ikan guppy liar sangat mudah untuk di temukan di alam dapat seperti di kolam, parit dan sungai kecil.
Ikan Guppy Memiliki banyak sekali jenis, jenis ikan Guppy sendiri sangat mempengaruhi nilai jual ikan tersebut. Dan baru-baru ini banyak sekali jenis ikan Guppy yang baru bermunculan, hal ini disebabkan karna adanya kawin silang pada guppy. Sehingga menimbulkan beranekaragaman jenis Ikan Guppy.
Pada dasarnya jenis ikan guppy dapat dibedakan melalui bentuk ekor dan warnanya, berikut sedikit jenis-jenis ikan guppy berdasarkan bentuk ekornya :

Cobra
Gen cobra ditandai dengan corak seperti kulit ular (snake skin) pada semua badan guppy jantan yang berwarna gabungan hitam, putih atau kuning. Benar-benar banyak guppy yang bercorak cobra lantaran corak inilah yang dari pertama kali telah bisa diidentifikasi. Pergantian gen yang umum didapati pada type cobra yaitu yang di kenal untuk lace. Gen lace mempunyai corak yang lebih halus serta komplek. Lantaran benar-benar gampang disilangkan, corak cobra ini bisa juga didapati pada guppy betinanya.

Metalik
Penamaan ini mengacu pada ada warna biru atau abu-abu gelap metalik pada badan guppy jantan. Yang paling banyak didapati yaitu type Metalik Cobra yang disebut gabungan gen metalik serta gen cobra. Type ini mempunyai pada serta dada berwarna metalik serta badan sisi belakang bercorak cobra.

Japan Blue
Type Japan Blue diprediksikan datang dari populasi guppy liar di Jepang. Karakteristik type ini yaitu ada warna biru langit dipinggang guppy jantan, lantaran dampak gen lain warnanya bisa beragam dari ungu ke turquoise. Perubahan teranyar dari type Japan Blue yaitu Lazuli biasanya mempunyai warna kepala serta pangkal ekor biru.

Pink White
Karakteristik type guppy ini yaitu warna putih pink dipangkal ekor. Type ini barusan diidentifikasi dengan sumber yg tidak di ketahui aslinya. Warnanya beragam dari pink ke putih. Varian yang awal mempunyai warna ekor dengan semburat merah, tetapi waktu ini lebih banyka didapati dengan warna solid jelas seperti biru serta putih.

Tuxedo
Gen tuxedo berikan warna gelap ditubuh sisi belakang (pinggang) seperti warna hitam serta biru, tetapi tingkat coverage nya berlainan. Biasanya menutupi separuh tubuh sisi belakang guppy. Gen tuxedo tak hanya berikan dampak pewarnaan, juga berikan dampak pada ukuran sirip. Tuxedo condong mempunyai sirip yang semakin besar.

Mozaic
Gen mozaic menunjukkan corak atau pola garis bergelombang pada sirip guppy. Karakteristiknya pola warna biru di pangkal ekor serta memanjang ke arah sirip ekor. Polanya senantiasa memiliki susunan yang teratur pada biru dengan kuning atau biru tua dengan merah. Untuk menjaga gen mozaic tidaklah gampang, dia mesti disilangkan dengan gen lain supaya dihasilkan gen mozaic yang bercorak cantik.

Grass Blue
Grass adalah perubahan dari mozaic. Gen grass dipertunjukkan dari corak sirip ekor serta sirip punggung guppy yang berbentuk noktah-noktah berbentuk titik atau pisau halus berwarna hitam atau biru gelap. Wujud noktah grass nyatanya berikan perbedaan warna, grass bercorak pisau halus nampak pada red grass sesaat corak noktah titik pada blue grass. Tetapi waktu ini baik red grass ataupun blue gress mempunyai corak noktah titik halus. Pada awal kemunculan grass warna sirip punggungnya transparant hingga kerap dimaksud juga glass grass

Leopard
Leopard dicirikan karenanya ada noktah tidak tipis yang menyebar acak pada siripnya berwarna biru gelap sampai hitam. Kemungkinan gen varietas ini adalah perubahan dari mozaic tetapi bisa didapati juga pada silangan type cobra dengan type guppy berwarna polos. Waktu ini type ini tidaklah terlampau banyak lantaran kurang demikian disenangi oleh beberapa hobbies.

dari berbagai jenis guppy yang ada jenis guppy apa yang anda sukai dan ingin plihara atau budidayakan, saran saya pilihlah ikan yang sesuai dengan selera anda jangan selera pasar karena anda akan lebih menyayangi ikan guppy tersebut. Terimakasih anda telah berkunjung semoga artikel ini dapat bermanfaat

Kamis, 19 Juni 2014

Jenis - Jenis Ikan Diskus

Para pecinta ikan hias pasti sudah pernah mendengan nama ikan "diskus". ikan diskus adalah ikan berbentuk pipih seperti angel fish tetapi lebih besar serta ikan ini mempunyai perpaduan warna yang sangat menarik bahkan ada yang menyebut bahwa ikan diskus sebagai "ratu ikan hias air tawar" walaupun begitu saya agak kurang setuju kalau ikan diskus dikatan sebagai ratu ikan hias air tawar kalau di aquarium ok...lah, tapi buat saya ikan koi tetaplah jawara dan raja dari ikan hias air tawar
oppps maaf kelepasan sampai melebar ke ikan koi, kembali ke topik ikan diskus mempunyai beberapa strain/jenis berdasarkan warna dan corak akibat kawin silang antara berbagai jenis ikan diskus sehingga menghasilkan berbagai jenis ikan diskus, berikut ini adalah jenis beberapa ikan diskus :

RED ROYAL BLUE

(Stripped form, Thick Lines)
Coraknya klasik sehingga sering digunakan sebagai indukan untuk kawin silang, termasuk jenis Turquoise yang terbaik terbaik

SNAKE SKIN
(STripped form, fine lines)
Masuk dalam kelompok Stripped form, fine line karena corak garisnya yang tipis

SNAKE SKIN KING COBRA
(Stripped form, fine lines)
Jenis snake skin yang unik karena garisnya berwarna biru membentuk lingkaran-lingkaran kecil sheingga tampak seperti lubang yang berwarna coklat

BLUE DIAMOND
(Solid Blue)
Salah satu jenis diskus yang dianggap abadi karena selalu disukai konsumen di Asia, Eropa dan Amerika. Daya tariknya terdapat warna birunya yang indah dan cemerlang. 

RED MELON 
(Solid Red)
Dengan warna merah seperti semangka (Water melon), dan jenis ini cukup disukai dipasar lokal dan pasar ekspor seperti Jepang dan Eropa

SAN MERAH
(Solid Red)
Termasuk diskus yang sangat diminati konsumen saat ini. Banyak digunakan oleh breeder sebagai induk untuk mendapatkan keturunan Red Melon.

GOLDEN MARLBORO
(SOlid Yellow)
Sering digunakan sebagai induk dalam kawin silang untuk mendapatkan jenis Golden yanglebih baik, yaitu Golden dengan corak yangsemakin sedikit).

LEOPARD SNAKE
(Spotted form)
Jenis diskus yang saat ini diminati konsumen di seluruh dunia dan harga pasarnya relatif tinggi, dibandingkan jenis diskus lainnya. Begitu terkenalnya jenis ini sehingga dijaidkan sebagai masterpiece diskus.

MOZAIK LEOPARD
(spotted form)
Merupakan perkembangan Leoprad terbaru dengan corak yang berbentuk seperti huruf C atau O sehingga harganya lebih mahal dibandungkan Leopard biasa.

WHITE DIAMOND
(Hybrid)
Jenis hybrid yang diminati para peternak diskus di Asia, sebagai indukan untuk kawin silang. DIskus ini juga cukup disukai hobiis karena warnaya yang unik, putih dengan kepala berwarna kuning dan leingkaran mata yang berwarna putih.

FIRE CRACKER
(hybrid)
Jenis hybrid dengan pangsa pasar belum luas, karena produksinya sangat terbatas. Penyebab lain, fire cracker belumj merupakan strain diskus yang fixed.

HECKEL DISKUS
(wild form)
Diskus alam ini disukai konsumen di Asia dan Eropa walaupun pangsa pasarnya masih sedikit. Salah satu daya tariknya terletak pada bar ke 5 yang tampak jelas.

nah dari berbagai jenis ikan diskus diatas jenis manakah yang anda sukai dan ingin anda kembangkan, semoga artikel ini dapat bermanfaat trima kasih telah berkunjung

Selasa, 17 Juni 2014

Memilih Ranchu Kontes

Ranchu termasuk salah satu jenis dari ikan mas koki, kita bisa dengan mudah mendapatkan ikan mas koi jenis ini baik di pasar ikan hias maupun dari petani ikan mas koki jenis ini. walaupun mudah didapat tetapi susah untuk mendapatkan ranchu berkualitas tinggi. Berikut adalah cara memilih ikan ranchu berkualitas tinggi.

Kepala
Usahakan kepala proporsional dengan lebar dari kepala badan sampai ekor, dengan perbandingan 1:3, Dan yang perlu diperhatikan lagi lihat jambul yang menempel di kepala itu, usahakan wen (jambul di kepala atas) tumbun rapih di sekeliling kepala dan diusahakan juga tidak menutupi mata. Dan satu lagi yaitu perhatikan funtannya, funtan adalah jambul di pipi yang biasanya menjorok kedepan, semakin besar semakin baik. dan panjang kepala usahakan


Punggung
Salah satu bagian badan inilah yang menjadi perhatian untuk jenis ikan mas ranchu, bentuknya harus lengkung sempurna berbentuk seperti busur panah, dan harus rapih tidak ada tonjolan maupun lubang kedalam. Dan diusahakan juga tidak lengkung yang patah-patah (lekukannya kasar), dan satu lagi punggung atau biasa disebut backbone harus tebal sampai ke pangkal ekor. Usahakan panjang punggung plus ekor memiliki perbandingan 2 : 3 dengan panjang dari kepala hingga ke ekor.

Ekor
ekor harus tegak, membentuk sudut dengan punggung maksimal 45 derajat, dan tidak boleh layu, harus kokoh, ditengah-tengahnya terdapat anal berjumlah sepasang, jangan kecil sebelah, atau bengkok sebelah anal tersebut. Adapaun single anal masih boleh namun harus di center atau di tengah

Sehat
ikan koki harus sehat, berenang dengan gesit jangan memilih ikan mas koki yang tampak lesuh, berenang lambat, tubuh terdapat bintik-bintik warna putih tanda ikan terserang white spot
Semoga tips ini dapat bermanfaat bagi para pecinta ikan mas koki jenis ranchu

biar lebih mudah perhatikan gambar diatas

Sumber :
http://bestgoldfishcare.com